Petani Keluhkan Sensus Ekonomi 2026: “Yang Ditanya Aset, Bukan Perjuangan Mencari Penghasilan”

Pesawaran, Langkatoday.com – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 mendapat sorotan dari sejumlah warga. Salah satunya Khomariyah, petani asal Desa Way Harong, Kabupaten Pesawaran, yang mengungkapkan alasan sebagian masyarakat merasa kurang nyaman ketika didatangi petugas sensus.

Melalui unggahan di media sosial TikTok yang dilihat Langkatoday, Ahad (16/8), Khomariyah menilai pertanyaan dalam pendataan lebih banyak menggali hasil usaha dan aset yang dimiliki masyarakat.

 

View this post on Instagram

 

Sementara itu, menurut dia, berbagai proses dan beban yang harus dilalui masyarakat untuk memperoleh penghasilan justru belum sepenuhnya tergambar.

Baca Juga:  Perkuat Ukhuwah, DPRD Pakpak Bharat Dukung Penuh Kehadiran Majelis Taklim dan Dzikir Al-Haura

Mulai dari kebutuhan modal, utang, biaya produksi, hingga kesulitan yang dihadapi petani dalam menjalankan usaha disebut menjadi bagian penting yang semestinya turut dipahami ketika menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat.

Menurut Khomariyah, kondisi tersebut membuat sebagian warga merasa bahwa apa yang terlihat dari luar belum tentu menggambarkan kondisi ekonomi mereka yang sebenarnya.

Seorang petani bisa saja memiliki lahan, kendaraan atau aset tertentu, tetapi aset tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa kehidupan ekonominya sedang baik.

“Yang terlihat mungkin hasilnya, tetapi perjuangan untuk mendapatkan hasil itu tidak selalu terlihat,” menjadi inti keresahan yang disampaikan dalam unggahannya.

Baca Juga:  Tambang Emas Ilegal Merajalela di Madina, Propam Mabes Polri Didesak, Periksa Oknum Polres

Kritik tersebut membuka perdebatan mengenai bagaimana kondisi ekonomi masyarakat seharusnya dipotret melalui sensus.

Pendataan ekonomi memang membutuhkan informasi mengenai aktivitas usaha, aset maupun kondisi ekonomi rumah tangga.

Namun, pengalaman masyarakat di lapangan menunjukkan bahwa angka statistik juga perlu dibaca bersama konteks sosial dan ekonomi yang melatarbelakanginya.

Bagi petani, misalnya, pendapatan tidak hanya ditentukan oleh hasil panen. Harga komoditas, biaya pupuk dan pestisida, sewa lahan, utang modal, risiko gagal panen, hingga kondisi cuaca turut menentukan apakah hasil usaha benar-benar memberikan keuntungan.

Baca Juga:  BPS Langkat Mulai Sensus Ekonomi 2026, Pendataan Berlangsung Hingga Agustus

Karena itu, keresahan Khomariyah dapat menjadi masukan agar pendataan ekonomi tidak sekadar menghasilkan angka mengenai berapa yang dimiliki masyarakat, tetapi juga mampu menggambarkan bagaimana masyarakat memperoleh penghasilan dan beban apa yang harus mereka tanggung untuk mempertahankan kehidupan ekonomi.

Unggahan Khomariyah tersebut menjadi pengingat bahwa di balik angka statistik ekonomi terdapat kehidupan nyata masyarakat yang memiliki cerita, perjuangan dan persoalan masing-masing.

Redaksi
Fadli
Redaksi

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Tutup
HUT RI