MBG Dapur Kodim Disorot, 265 Pelajar di Karo Diduga Keracunan
Karo, Langkatoday.com – Sebanyak 265 pelajar dari tiga sekolah tingkat SMA/SMK di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8).
Selain tiga sekolah tersebut, dua sekolah tingkat SMP juga dilaporkan mengalami kejadian serupa.
Kelima sekolah diketahui menerima makanan MBG dari satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur yang disebut berada di bawah pengelolaan Kodim.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV, Zulkarnain Barus, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut, dari tiga sekolah SMA/SMK, jumlah pelajar yang mengalami gejala mencapai 265 orang.
“SMAN 1 Berastagi, SMK Swasta Bersama, SMA Swasta Bersama,” ujar Zulkarnain.
Rinciannya, 202 pelajar SMAN 1 Berastagi, kemudian 25 pelajar SMA Swasta Bersama, dan 38 pelajar SMK Swasta Bersama.
Dengan demikian, total sementara pelajar SMA/SMK yang mengalami gejala mencapai 265 orang.
Diduga Setelah Menyantap Gulai Ikan
Zulkarnain menjelaskan, makanan MBG yang dibagikan kepada para pelajar pada Kamis siang terdiri dari sayur kol, wortel dan gulai ikan dencis.
Berdasarkan keterangan awal yang diterima, dugaan sementara mengarah pada menu ikan dencis. Namun, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.
“Menu tadi sayur kol, wortel dan ikan dencis gulai. Diperkirakan sementara dari ikan dencis, itu perkiraan dari siswa,” jelasnya.
Para pelajar dilaporkan mulai mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan tersebut. Keluhan awal berupa rasa gatal pada mulut dan sensasi getir.
Selanjutnya, sejumlah siswa mengalami gatal pada kulit hingga sesak napas.
“Gejala awal langsung mulutnya gatal-gatal, getir, kemudian ada yang kulitnya gatal dan sesak,” katanya.
Dua Sekolah SMP Juga Terdampak
Kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di dua sekolah tingkat SMP, yakni SMP Negeri 3 Kabanjahe dan SMP Swasta Bersama.
Menurut Zulkarnain, kedua sekolah tersebut mendapatkan makanan dari dapur MBG yang sama.
“SMP pun ada karena dapurnya sama, punya Kodim. Tapi data siswanya belum bisa kami dapat,” ujarnya.
Dengan demikian, sedikitnya lima sekolah di Kabupaten Karo dilaporkan terdampak dugaan kejadian keracunan setelah menyantap MBG.
Pelajar Dilarikan ke Empat Rumah Sakit
Ratusan pelajar yang mengalami gejala kemudian mendapatkan penanganan medis dan disebar ke sejumlah fasilitas kesehatan.
Zulkarnain menyebut para pelajar dibawa ke empat rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.
“Kalau kondisi sebenarnya stabil semua di rumah sakit. Cuma karena panik saja tadi di awal,” katanya.
Meski demikian, sejumlah pelajar dilaporkan mengalami kondisi lebih berat berupa sesak napas sehingga harus mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Sumut, Agung Kurniawan, mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai kejadian tersebut.
Agung bahkan sedang dalam perjalanan dari Medan menuju Kabupaten Karo untuk melihat langsung kondisi di lapangan.
“Informasinya seperti itu, tapi kami sedang menuju ke sana untuk mengecek keadaan sebenarnya,” ujar Agung.
Ia belum dapat memastikan jumlah korban maupun penyebab kejadian. Menurutnya, data harus terlebih dahulu diverifikasi berdasarkan jumlah pelajar yang mendapatkan penanganan di rumah sakit maupun puskesmas.
“Nanti kalau sudah ada data riil, harus kita lihat jumlahnya di rumah sakit atau puskesmas,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti dugaan keracunan dan hasil pemeriksaan terhadap makanan MBG tersebut masih menunggu proses pemeriksaan serta pendataan dari pihak terkait.









