Tentang Kebebasan
Surabaya, Langkatoday.com – “SMA De Britto Jogja izinkan Siswa Gondrong hingga pakai sandal, soal prestasi tetap moncer”
Keseimbangan Alam Semesta tentu memiliki batas, jika tidak, maka keseimbangannya jauh dari apa yang kita rasakan saat ini. Dalamnya laut, tentu ada batasnya, tingginya suatu pohon juga ada batasnya, guna memberi kemudahan kepada manusia untuk mengambil manfaat darinya, lain lagi dengan gunung yang berfungsi sebagai pasak bumi, juga memiliki batas ketinggiannya agar di masa modern saat ini, mudah bagi pesawat membuat jalur penerbangannya, ikan-ikan dilautan juga memiliki batas panjang dan lebarnya.
Dewasa ini segala jenis kendaraan juga dibatasi dengan kecepatan maksimumnya, guna menjaga keselamatan antar pengendara di jalan raya, dan diantara jarak bumi dengan matahari juga memiliki batas agar segala makhluk hidup termasuk manusia pertama Nabi Adam As, Hawa As dan keturunannya dapat membuat perkampungan yang layak diatas muka bumi.
Bebas bukan berarti melanggar batas. Jika hidup tidak memiliki batas, lantas bagaimana lagi cara membedakan yang berakal dengan yang tidak ?
Kebebasan,.. menumbuhkan rasa percaya diri, kenyamanan, dan mampu menjelaskan alasan-alasan atas pilihan yang dipilih.
Ketaatan atas suatu disiplin tanpa diimbangi kritisisasi dari sebuah kebijakan, lambat laun pada suatu waktu keinginan untuk hidup bebas tanpa batas, akan menjadi bom waktu.
Anak dibawah umur, kurang mengerti ketika dihadapkan peraturan dengan alasan buta. Mereka butuh yang namanya penjabaran alasan demi alasan, karena dengan itu dapat membantu menumbuhkan proses berfikir yang adaptif.
Pakaian bukanlah substansi dari cerminan diri, melainkan hanya sebatas menutup aurat saja. Islam hanya menyuruh untuk berpakain rapi dan bersih. Bagus dan tidak bagus itu subjektif.
Karena, menilai seseorang berdasarkan penampilan yang tampak bagus, seringkali menipu.








