www.domainesia.com
Berita

11 Hari Mengungsi, Korban Banjir Tanjungpura Mulai Alami Gangguan Kesehatan

Tim Langkatoday
545
×

11 Hari Mengungsi, Korban Banjir Tanjungpura Mulai Alami Gangguan Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Foto: Metro TV
channel whastapp langkatoday

Stabat, Langkatoday.com – Paras pengungsian banjir di Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kian memprihatinkan.

Setelah 11 hari bertahan di posko darurat, ratusan warga mulai mengalami berbagai gangguan kesehatan akibat kondisi tempat pengungsian yang minim fasilitas.

Anak-anak, orang dewasa hingga lansia mengeluhkan demam, batuk dan pilek, perut kembung, serta gatal-gatal pada kulit. Keluhan tersebut diduga dipicu oleh lingkungan pengungsian yang terbuka dan tidak layak huni.

“Banyak warga sudah mulai sakit. Posko tidak punya dinding, jadi kalau malam kami tidur kedinginan,” ujar Aminah, salah satu pengungsi, dikutip dari MetroTV, Selasa (9/12).

Posko Tanpa Dinding, Warga Kedinginan Setiap Malam

Posko pengungsian yang ditempati warga diketahui tidak memiliki dinding maupun pintu, sehingga tidak mampu melindungi pengungsi dari angin dan hujan. Setiap malam, terutama saat hujan turun, suhu udara menjadi dingin dan membuat kondisi fisik warga semakin melemah.

Situasi ini membuat rasa cemas semakin meningkat di kalangan pengungsi, terlebih setelah lebih dari sepekan tidak bisa kembali ke rumah masing-masing.

Sekolah Jadi Tempat Pengungsian

Hingga kini, sejumlah fasilitas pendidikan di Kelurahan Tanjungpura masih difungsikan sebagai lokasi pengungsian darurat. Di antaranya gedung MAN 2, MAN 1, dan SMK Negeri Tanjungpura yang menjadi tempat berlindung ratusan warga terdampak banjir.

Gedung bertingkat tersebut kini dipenuhi alas tidur darurat dan barang-barang seadanya milik para pengungsi.

Warga Desak Penanganan Banjir, Bukan Sekadar Sembako

Warga menilai bantuan sembako saja tidak lagi cukup. Mereka mendesak pemerintah agar fokus pada upaya percepatan surutnya air di permukiman.

Hendra, salah seorang pengungsi, menyebut genangan tidak kunjung surut meski permukaan sungai sudah menurun.

“Air di rumah tidak turun. Mungkin karena benteng penahan air rusak, dan belum ada penyedotan air maksimal,” katanya.

Desakan untuk Pemkab Langkat

Masyarakat kini berharap Pemerintah Kabupaten Langkat segera mengambil langkah konkret, mulai dari perbaikan tanggul darurat, penyedotan air skala besar, hingga peningkatan layanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Warga meminta pemerintah tidak berlama-lama dalam penanganan, agar mereka bisa kembali ke rumah dalam kondisi aman, layak, dan sehat.