DPR Ungkap Kehadiran SPPG Polri Picu Masalah di Program MBG

- Pewarta

Jumat, 14 November 2025 - 21:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

JAKARTA, LANGKATODAY – Anggota Komisi IX DPR RI Muhammad Yahya Zaini menyoroti keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dijalankan Polri, karena dinilai menimbulkan konflik dan tumpang tindih kewenangan di lapangan.

Hal itu disampaikan Yahya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi IX DPR dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (12/11).

Yahya mengungkapkan adanya laporan bahwa sejumlah aparat kepolisian diduga melakukan gerilya ke sekolah-sekolah untuk mencari penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), bahkan sampai menyerobot wilayah distribusi yang sebelumnya dikelola oleh masyarakat.

Ia mencontohkan kasus yang terjadi di Grobogan dan Brebes, Jawa Tengah. Di wilayah tersebut, masyarakat yang sudah lama mengelola SPPG disebut merasa takut dan tertekan karena adanya intervensi aparat berseragam dalam proses distribusi makanan bergizi.

Melihat situasi ini, Yahya meminta pemerintah dan BGN segera turun tangan melakukan penertiban dan sinkronisasi peran, agar distribusi MBG berjalan lebih adil, tertib, dan tanpa intimidasi.

Di sisi lain, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diketahui beberapa kali meninjau langsung dapur hingga proses distribusi SPPG Polri, termasuk di Karanganyar. Dalam sejumlah kesempatan, Sigit menegaskan bahwa SPPG Polri mengutamakan standar keamanan yang ketat, mulai dari pengujian bahan makanan, proses memasak, hingga pengelolaan limbah.

Baca Juga:  BGN Blak-blakan Soal Anggaran Makan Bergizi Gratis: Bahan Baku Ternyata Rp8.000 - Rp10.000 per Porsi

 

Namun, Komisi IX DPR menilai perlu ada evaluasi menyeluruh terkait peran Polri dalam program sosial seperti MBG, agar tidak terjadi tumpang tindih dan potensi gesekan dengan masyarakat yang selama ini menjadi motor penggerak distribusi makanan bergizi.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Soal Asap Kebakaran Hutan, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Kebakaran Hutan
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Kebakaran Hutan, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Terbaru