Iklan
DomaiNesia
DomaiNesia
BeritaPolitik

Tagih Janji Gubernur: Warga Bahorok Blokir Jalan Lintas Bukit Lawang, Protes Jalan Rusak dan Polusi Debu

Tim Langkatoday
583
×

Tagih Janji Gubernur: Warga Bahorok Blokir Jalan Lintas Bukit Lawang, Protes Jalan Rusak dan Polusi Debu

Sebarkan artikel ini
channel whastapp langkatoday

Bahorok, Langkatoday.com – Arus lalu lintas menuju destinasi wisata internasional Bukit Lawang lumpuh total setelah puluhan warga Kecamatan Bahorok melakukan aksi blokade jalan di Dusun Pasar Rodi, Desa Empus, Kabupaten Langkat, Rabu (8/4).

Aksi ini merupakan puncak kekecewaan masyarakat terhadap kondisi infrastruktur jalan provinsi yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki meski telah melewati batas janji pemerintah.

Blokade Jalan dan Tuntutan Realisasi Janji

Dengan menggunakan kayu, papan, ban bekas, hingga galon air, warga menutup akses utama Binjai-Bukit Lawang. Warga membentangkan spanduk bernada protes yang menagih janji Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, saat kunjungan kerjanya pada September 2025 lalu.

“Kami hanya menuntut janji Pak Gubernur. Waktu kunjungan tahun lalu, dijanjikan perbaikan mulai Februari 2026, tapi sampai sekarang (April) belum ada tanda-tanda pengerjaan. Kami butuh bukti nyata, bukan sekadar janji,” teriak salah seorang warga di lokasi aksi.

Kerusakan jalan sepanjang sekitar 5 kilometer ini telah menimbulkan dampak serius bagi kehidupan warga. Selain debu tebal yang masuk ke rumah dan ruko, material batu yang beterbangan kerap memicu kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Merespons situasi yang kian memanas, Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti turun langsung ke lapangan untuk meredam aksi massa. Di hadapan warga, Tiorita menjelaskan bahwa status jalan tersebut merupakan jalan protokol yang menjadi kewenangan penuh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu).

“Ini merupakan jalan provinsi, sehingga pengaspalan ada di wewenang Pemprovsu. Namun, Pemkab Langkat tidak tinggal diam, kami terus berkoordinasi intensif agar segera diperbaiki,” ujar Tiorita di tengah kerumunan warga.

Tiorita menambahkan bahwa target pengerjaan kini digeser ke pertengahan tahun.

“Kami upayakan agar pengaspalan hotmix dapat dilakukan pada Juni 2026 mendatang,” katanya.

Sebagai solusi jangka pendek mengatasi polusi debu, warga meminta pihak Forkopimcam Bahorok untuk melakukan penyiraman jalan secara rutin, minimal empat kali sehari, hingga proses pengaspalan dimulai.

Mengingat Kembali Janji Gubernur

Pada 28 September 2025 di Desa Empus, Gubernur Bobby Nasution memang sempat menjanjikan perbaikan total mulai Februari 2026. Saat itu, Bobby juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap kendaraan bertonase tinggi agar kualitas jalan tidak cepat rusak, mengingat jalur ini adalah akses utama menuju kawasan strategis pariwisata nasional.

Hingga berita ini diturunkan, warga akhirnya bersedia membuka blokade jalan setelah mendapat penjelasan dari Wakil Bupati, namun mereka mengancam akan melakukan aksi lebih besar jika pada Juni 2026 janji tersebut kembali diingkari.