Iklan
DomaiNesia
DomaiNesia
InternasionalPolitik

Israel Jalani Malam yang Sulit: 2 Kota Hancur Dihantam Rudal Balistik Iran, Ratusan Orang jadi Korban

Tim Langkatoday
564
×

Israel Jalani Malam yang Sulit: 2 Kota Hancur Dihantam Rudal Balistik Iran, Ratusan Orang jadi Korban

Sebarkan artikel ini
channel whastapp langkatoday

Jakarta, Langkatoday.com – Israel menghadapi “malam yang sangat sulit” setelah dua rudal balistik Iran menembus sistem pertahanan udara dan menghantam wilayah selatan negara itu pada Sabtu (21/3) malam.

Serangan menargetkan kota Arad dan Dimona, menyebabkan kerusakan besar di kawasan permukiman dan menimbulkan korban luka-luka.

Kegagalan sistem pertahanan udara Israel menjadi sorotan utama. Petugas pemadam kebakaran menyatakan,

“Di baik Dimona maupun Arad, rudal pencegat diluncurkan, tetapi gagal mengenai sasaran, mengakibatkan dua serangan langsung oleh rudal balistik dengan hulu ledak seberat ratusan kilogram.”

Serangan tersebut menimbulkan kawah besar di lokasi ledakan.

Bagian depan bangunan rusak parah, dengan puing-puing berserakan di sekitarnya. Petugas medis melaporkan lebih dari 100 orang luka-luka akibat serangan:

  • Arad: 75 korban, 10 orang dalam kondisi serius.
  • Dimona: 33 korban luka, termasuk anak laki-laki 10 tahun dalam kondisi serius.

Unit pertolongan pertama Magen David Adom menyatakan, “Di antara mereka ada 10 pasien dalam kondisi serius, 13 pasien dalam kondisi sedang, dan 48 pasien dalam kondisi ringan.”

Petugas medis di lokasi, Riyad Abu Ajaj, menggambarkan situasi sebagai penuh kepanikan dan kekacauan.

Dinas pemadam kebakaran melaporkan tiga bangunan terdampak di Arad, dengan satu di antaranya mengalami kebakaran. Di Dimona, kawah besar terlihat di darat, logam bengkok, dan puing berserakan.

Militer Israel menegaskan akan menyelidiki penyebab kegagalan sistem pertahanan udara. Juru bicara militer, Brigadir Jenderal Effie Defrin, menulis di X:

“Sistem pertahanan udara beroperasi, tetapi tidak mencegat rudal, kami akan menyelidiki insiden tersebut dan belajar darinya.”

Pemerintah Iran menyebut serangan ini sebagai balasan atas serangan Israel terhadap fasilitas nuklir di Natanz. Dimona sendiri dikenal sebagai situs nuklir Israel yang selama ini diselimuti kebijakan ambiguitas, dengan fokus pada penelitian.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menggambarkan situasi tersebut sebagai “malam sulit” di tengah konflik yang terus memanas, menyiratkan ketegangan tinggi di kawasan tersebut.