Iklan
DomaiNesia
DomaiNesia
InternasionalPolitik

Donald Trump Ancam Bakal Pakai Senjata Terkuat Jika Negosiasi AS-Iran Gagal

Tim Langkatoday
450
×

Donald Trump Ancam Bakal Pakai Senjata Terkuat Jika Negosiasi AS-Iran Gagal

Sebarkan artikel ini
Foto: Facebook The White House
channel whastapp langkatoday

Jakarta, Langkatoday.com – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali mengeluarkan pernyataan keras terhadap Iran di tengah upaya negosiasi yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 11 April 2026 di Pakistan.

Meski Gedung Putih sebelumnya menyatakan optimisme terhadap peluang kesepakatan, situasi justru memanas dengan retorika militer dari pihak AS.

Dalam wawancara dengan New York Post, Trump menegaskan bahwa militer AS tengah memperkuat persenjataan di kapal-kapal perang sebagai langkah antisipasi jika perundingan gagal.

“Kita sedang memuat kapal-kapal dengan amunisi terbaik, senjata terbaik yang pernah dibuat,” ujar Trump (10/4).

Ia juga menegaskan bahwa AS siap menggunakan kekuatan tersebut “dengan sangat efektif” jika kesepakatan tidak tercapai.

Trump menyebut 24 jam ke depan akan menjadi penentu keberhasilan negosiasi dengan Iran.

Melalui platform Truth Social, Trump melontarkan pernyataan yang semakin mempertegas sikap kerasnya terhadap Iran.

Ia menyinggung posisi Iran dalam konflik regional serta jalur strategis Selat Hormuz.

Menurut Trump, satu-satunya alasan Iran masih “bertahan” adalah untuk bernegosiasi, sekaligus menuding Iran melakukan “pemerasan jangka pendek” terhadap dunia melalui jalur perdagangan internasional.

Dalam pernyataan lain, Trump menegaskan AS tidak akan membiarkan Iran mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz. Ia bahkan menyatakan AS akan membuka jalur tersebut “dengan atau tanpa kesepakatan.”

Trump juga menekankan bahwa syarat utama kesepakatan adalah larangan kepemilikan senjata nuklir oleh Iran.

Sebelumnya, Gedung Putih menyebut Trump optimistis terhadap peluang kesepakatan damai dan menugaskan sejumlah pejabat, termasuk JD Vance dan Jared Kushner, untuk berangkat ke Islamabad guna melakukan negosiasi dengan pihak Iran.

Namun, situasi diperumit oleh tuntutan dari pihak Iran yang mengaitkan perundingan dengan gencatan senjata di Lebanon serta pembekuan aset Iran.

Ketegangan antara AS dan Iran semakin meningkat setelah serangkaian serangan militer yang disebut memicu konflik baru di Timur Tengah.

Iran menuduh AS dan Israel melakukan agresi, sementara AS menuding Iran mengembangkan senjata nuklir—klaim yang dibantah Teheran.

Konflik ini juga berdampak pada jalur energi global setelah ketegangan di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran krisis energi.