Menpora RI dan Dubes Australia Luncurkan Program Beasiswa Singkat untuk Majukan Industri Olahraga

- Pewarta

Rabu, 30 Juli 2025 - 06:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo, bersama Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier meluncurkan program beasiswa singkat atau Short Course Australia Awards bertajuk Memajukan Industri Olahraga Indonesia: Peluang dan Strategi untuk Pertumbuhan./Foto Humas Kemenpora

JAKARTA (Langkatoday) – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo, bersama Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier meluncurkan program beasiswa singkat atau Short Course Australia Awards bertajuk Memajukan Industri Olahraga Indonesia: Peluang dan Strategi untuk Pertumbuhan.

Program studi singkat itu dirancang untuk membekali para profesional olahraga, pembuat kebijakan dan pelaku industri di Indonesia dengan pengetahuan dan perangkat untuk memperkuat industri olahraga nasional melalui pertumbuhan berkelanjutan, inovasi dan kolaborasi internasional.

“Hari ini bersama Pak Dubes Australia langsung kita melepas dan meluncurkan program short course yang spesifik untuk pendidikan sport industry. Kali ini pendidikannya yang short course dulu,” kata Menpora Dito di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (29/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peserta, lanjut Menpora Dito, ada sebanyak 32 orang perwakilan dari atlet, pakar dan tenaga olahraga, federasi dan juga Kemenpora. Mereka akan belajar secara langsung selama dua minggu di Australia, terlebih pula belajar persiapan diri Australia menjadi tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade 2032 mendatang.

Baca Juga:  Hadapi Kredit Bermasalah, BTN Terapkan Sistem Penagihan Terpusat

“Sebanyak 32 peserta ini mereka akan mendapatkan kesempatan untuk belajar di Australia khusus untuk sektor-sektor industri olahraga. Ini juga karena Australia akan menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 dan ini menjadi momentum yang kita siapkan bagaimana para tenaga olahraga dan stakeholders kita belajar langsung melihat Australia menyiapkan menjadi tuan rumah olimpiade,” tuturnya.

Menpora Dito bersama Dubes Australia berkomitmen untuk terus memperkuat kerjasama serta kolaborasi untuk meningkatkan kemajuan industri dan pengembangan olahraga di tanah air.

“Tadi juga saya bahas bersama Dubes Australia di ruang tamu saya, bagaimana ini sampai 2032 kita memperkuat program-program baik itu pertukaran pemuda dan olahraga, pendidikan untuk masyarakat dan juga stakeholders olahraga Indonesia bisa dipersiapkan juga. Ini adalah momentum yang sangat penting, Indonesia dengan Australia ini dekat baik dari sisi diplomasinya, letak geografisnya dan sebagainya,” urai Menpora Dito.

Baca Juga:  Puluhan Aktivis Minta KPK Periksa dan Tangkap Syah Afandin atas Dugaan Kasus Seleksi Guru PPPK Langkat

“Kami berharap program yang pertama kali ini, 32 perwakilan kita akan menjadi orang-orang yang mendapat pengalaman dan juga mereka akan menambah jejaring serta ilmu dan bisa diaplikasikan di tanah air untuk memperkuat sistem keolahragaan di dalam negeri,” pungkasnya.

Program ini akan diselenggarakan di Australia oleh dua insitusi terkemuka yakni Melbourne Business Scholl (MBS) dan Central Queensland University (CQU). Para peserta juga akan mengunjungi Melbourne, Canberra dan Brisbane untuk berinteraksi dengan profesional olahraga Australia.

“Short course ini merupakan komitmen Australia terhadap hubungan diplomatik yang sudah sangat lama dan erat dengan Indonesia. Olahraga di Australia sangat terkenal dan kami telah lama fanatik dalam olahraga dan lembaga olahraga kami juga cukup canggih,” kata Dubes Australia Rod Brazier.

“Kami senang bermitra dengan Kemenpora untuk berbagi pengetahuan dan sistem olahraga berkelas dunia. Semoga dengan short course seperti ini teman-teman di Indonesia bisa belajar dari pengalaman di Australia dan sebaliknya,” tutupnya. (rel/IP)

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid
BAZNAS Langkat Hadiri Rakornas 2026, Siap Perkuat Penghimpunan Zakat Produktif
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB