Korban Banjir di Langkat Bertambah Jadi 13 Orang, Status Tanggap Darurat Diperpanjang

- Pewarta

Jumat, 12 Desember 2025 - 17:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

BERITA LANGKAT – Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir di Kabupaten Langkat kembali bertambah menjadi 13 orang. Informasi tersebut disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Langkat, Muhammad Ansyari, Jumat (12/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ansyari menjelaskan bahwa korban berasal dari tiga kecamatan yang mengalami dampak paling parah.

Menurutnya, penyebab korban meninggal bervariasi, mulai dari kondisi kesehatan yang memburuk, kelelahan akibat bertahan dalam situasi banjir berkepanjangan, hingga terlepas dari genggaman keluarga saat berupaya menyelamatkan diri.

Baca Juga:  Tabrakan Beradu Kambing Dua Angkot Timtax di Gebang, 14 Orang Luka-luka, Satu Sopir Melarikan Diri

“Warga yang meninggal dunia disebabkan oleh berbagai hal seperti sakit, keletihan karena diterpa banjir, hingga terlepas dari genggaman saat menyelamatkan diri,” jelasnya.

Status Tanggap Darurat Diperpanjang Hingga 16 Desember

Pemerintah Kabupaten Langkat resmi memperpanjang status tanggap darurat bencana hingga 16 Desember 2025 karena situasi belum pulih sepenuhnya. Banjir masih merendam sejumlah permukiman dan pengungsian terus bertambah.

Baca Juga:  Rem Blong, Truk Kontainer Tabrak Lima Mobil di Taput — Satu Luka, Enam Kendaraan Rusak

Ansyari juga memastikan bahwa penyaluran bantuan logistik untuk warga terdampak terus berjalan.

“Penyaluran bantuan logistik kepada korban terdampak banjir juga terus dilakukan. Termasuk penyaluran air bersih ke permukiman terdampak maupun ke pengungsian. Bantuan disalurkan melalui jalur air dan darat,” ujarnya.

Hingga saat ini, BPBD dan berbagai instansi terkait masih berupaya mempercepat evakuasi, distribusi bantuan, serta penanganan warga rentan yang terdampak bencana.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gagal Menanjak di Jembatan Wampu Stabat, Kontainer Bermuatan 20 Ton Besi Terbalik
AQI Stabat Melonjak ke 204, Kabut Selimuti Alun-Alun Tengku Amir Hamzah
Sebaran Asap Terdeteksi di Wilayah Sumut, Jarak Pandang Turun hingga 1 Kilometer
Banjir Rendam Besitang, Ratusan KK Terdampak dan Jalinsum Medan–Aceh Terganggu
Konten Kreator Langkat ini Minta Plt Bupati Sidak Desa Sekoci
Alat Pengaspalan Rusak, Jalan Gebang-Hinai Belum Diaspal hingga 2 Oktober
Puting Beliung Tewaskan Warga di Sawit Seberang, Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Langkat
Toko ERIS Fashion Stabat Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp1 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Gagal Menanjak di Jembatan Wampu Stabat, Kontainer Bermuatan 20 Ton Besi Terbalik

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:39 WIB

AQI Stabat Melonjak ke 204, Kabut Selimuti Alun-Alun Tengku Amir Hamzah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Sebaran Asap Terdeteksi di Wilayah Sumut, Jarak Pandang Turun hingga 1 Kilometer

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Banjir Rendam Besitang, Ratusan KK Terdampak dan Jalinsum Medan–Aceh Terganggu

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Konten Kreator Langkat ini Minta Plt Bupati Sidak Desa Sekoci

Terbaru

Sajian Khusus

33 Ribu Orang Menganggur di Langkat, Lulusan SMA Terbesar

Minggu, 18 Okt 2026 - 08:50 WIB

Nasional

Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 13:33 WIB