Stabat, Langkatoday.com – Kegiatan Halalbihalal Pemerintah Kabupaten Langkat yang digelar di Pendopo Jentera Malay, Rumah Dinas Bupati Langkat, Senin (30/3), berlangsung khidmat dan penuh makna. Acara ini dihadiri langsung oleh Syah Afandin bersama jajaran pemerintah daerah serta para undangan.
Dalam kesempatan tersebut, tausiah disampaikan oleh Ustadz H. Irfan Yusuf, S.Pd.I yang dikenal sebagai Ustadz Rahul. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan, saling menghormati, serta menjauhi sikap menonjolkan diri dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam organisasi pemerintahan.
Seruan Persatuan dan Menghormati Pemimpin
Dalam ceramahnya, Ustadz Rahul mengingatkan bahwa persatuan merupakan kunci utama keselamatan suatu daerah. Ia menegaskan bahwa perpecahan umat dapat membuka celah terhadap berbagai musibah.
Sebagai ilustrasi, ia menyinggung peristiwa Tsunami Aceh 2004 sebagai refleksi pentingnya sinergi dan kekuatan bersama dalam menghadapi ujian.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menghormati imam dan pemimpin sebagai bagian dari menjaga stabilitas sosial dan keagamaan.
Metafora Pendopo: Simbol Kebersamaan
Ustadz Rahul menggunakan pendopo sebagai metafora kehidupan sosial. Ia menjelaskan bahwa bangunan tidak akan berdiri kokoh tanpa kolaborasi berbagai unsur seperti semen, pasir, dan bahan lainnya.
Namun, menurutnya, ada satu unsur penting yang kerap dilupakan, yakni air. Air berperan sebagai perekat utama, sebagaimana peran individu yang mungkin tidak terlihat, tetapi sangat menentukan dalam menjaga keharmonisan dan kekuatan sebuah komunitas.
Bahaya Sikap Menonjolkan Diri
Ia juga menyoroti fenomena sikap menonjolkan diri yang dinilai dapat merusak tatanan organisasi. Menurutnya, sikap tersebut merupakan “penyakit” yang harus dihindari karena dapat menghambat terciptanya kerja sama yang sehat.
“Setiap orang harus memahami perannya, ada yang di atas, di tengah, dan di bawah. Semua penting,” tegasnya.
Ramadan, Taubat, dan Hubungan Sosial
Dalam aspek spiritual, Ustadz Rahul mengingatkan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum untuk memperbaiki hubungan dengan Allah (habluminallah) dan sesama manusia (habluminannas).
Ia menegaskan bahwa dosa kepada sesama manusia tidak cukup diselesaikan dengan taubat kepada Allah saja, melainkan harus disertai dengan permohonan maaf dan perbaikan hubungan secara langsung.
Jaga Orang Tua
Ceramah semakin menyentuh ketika ia menceritakan pengalaman pribadi kehilangan sang ibu pada lebaran keempat. Ia menggambarkan kehilangan tersebut sebagai hilangnya salah satu sumber doa terbesar dalam hidup.
Melalui kisah tersebut, ia berpesan kepada seluruh hadirin agar tidak menyia-nyiakan keberadaan orang tua selagi masih hidup, serta menjaga keharmonisan dalam keluarga, khususnya hubungan suami dan istri.
Kegiatan Halalbihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum refleksi bagi seluruh peserta untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, keikhlasan, dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan sehari-hari.

.png)





