Medan, Langkatoday.com – Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Muryanto Amin menegaskan pentingnya keberanian untuk bertransformasi dan menemukan keunggulan khas di tengah persaingan global pendidikan tinggi yang semakin ketat.
Hal tersebut disampaikan Muryanto usai dilantik kembali sebagai Rektor USU periode 2026–2031, Rabu (28/1), di Auditorium USU. Ia menilai dunia perguruan tinggi saat ini telah memasuki fase hiperkompetisi, yang menuntut inovasi berkelanjutan, strategi baru, serta kerja tim yang solid.
Menurutnya, periode kepemimpinan 2021–2026 merupakan fondasi awal yang berhasil mengantarkan USU masuk dalam berbagai pemeringkatan internasional. Namun, tantangan pada lima tahun ke depan dinilai jauh lebih kompleks dan tidak bisa dihadapi dengan pendekatan yang sama.
“Periode sebelumnya bisa kita ibaratkan sebagai lap pertama. Kita berhasil menyelesaikannya. Tapi pada lap kedua, strategi yang sama tidak lagi cukup,” ujar Muryanto.
Ia mengibaratkan perjalanan USU seperti balapan di sirkuit global. Menurutnya, USU tidak bisa sekadar meniru gaya kampus-kampus besar dunia, melainkan harus menghadirkan diferensiasi berbasis kekuatan lokal yang mampu ditampilkan di level global.
“Kita tetap berada di arena sirkuit global, tetapi dengan keunggulan lokal yang menjadi pembeda,” tegasnya.
Muryanto menekankan bahwa perubahan global yang sulit diprediksi harus dijadikan momentum untuk transformasi dan konsolidasi kekuatan internal. Inovasi, cara kerja baru, disiplin, serta kerja keras disebutnya sebagai kunci agar perguruan tinggi tetap relevan dan berdaya saing.
Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan momentum perubahan dunia sebagai kawah candradimuka untuk membangun USU yang lebih kuat, sekaligus berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
“Semua yang kita lakukan bukan hanya untuk USU, tetapi untuk Indonesia,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USU, Agus Andrianto, menegaskan bahwa rektor tidak hanya mengemban mandat administratif, tetapi juga bertanggung jawab menjaga marwah akademik dan menentukan arah masa depan universitas.
Ia menitipkan sejumlah pesan strategis kepada rektor, di antaranya penguatan tata kelola berintegritas, peningkatan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak, pengembangan riset dan inovasi yang solutif, serta penguatan kolaborasi dan soliditas internal.
Pelantikan Rektor USU periode 2026–2031 dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan MWA Nomor 9/UN5.1.MWA/SK/TP.00.00/2025 tertanggal 18 November 2025.
Dalam rangkaian kegiatan yang sama, juga diluncurkan Konsorsium Nasional Perguruan Tinggi untuk Ketahanan Bencana Alam yang melibatkan 10 perguruan tinggi. Rektor Universitas Gorontalo selaku Ketua Majelis Rektor PTN menyerahkan rompi secara simbolis kepada Rektor USU sebagai ketua konsorsium, disaksikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Pendidikan.
.png)






