Binjai, Langkatoday.com – Masih ingat dengan penemuan mayat seorang pria atasnama Risyanto alias Tenggo di dalam mobil Toyota Avanza BK 1581 RAA yang ditinggalkan di rumah sakit OG Hospital yang beralamat di Jalan Olahraga, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara?
Teranyar muncul video penganiayaan hingga penikam terhadap Tenggo yang dilakukan oleh beberapa orang.
Dalam video yang dilihat wartawan, tampak seorang pria mamakai topi, dan celana pendek mengeluarkan senjata tajam dari balik baju yang diselipkan dipinggang.
Pria itu menikam tepat pada bagian selangkangan Tenggo.
Masyarakat pun bertanda tanya atas kinerja Polres Binjai yang diduga tak becus mengungkap kematian Tenggo.
View this post on Instagram
Pasalnya begitu banyak yang menganiaya hingga melakukan penikaman terhadap Tenggo, kenapa Polres Binjai menangkap seorang tersangka yang seyogyanya bukan tersangka utama dan tidak ada keterlibatannya.
“Kami heran kenapa yang ditangkap hanya NG. Padahal banyak yang saat itu berada dilokasi kejadian. Gak becus kerja polisi khususnya Sat Reskrim Polres Binjai,” ujar rekan Tenggo yang tak ingin namanya disebutkan dalam pemberitaan, Ahad (29/3).
“Tangkap itu oknum ketua OKP yang menjadi otak pelakunya. Ini kenapa tidak ditangkap aneh Polres Binjai ini,” sambungnya.
Sementara itu wartawan masih berupaya mendapatkan keterangan dari pihak kepolisian atas pengungkapan kematian Tenggo.
Diketahui sebelumnya penemuan jasad Tenggo di rumah sakit OG Hospital masih menjadi sorotan publik.
Pasalnya Tenggo diduga dibunuh oleh oknum ketua OKP di Kota Binjai.
Menurut sumber wartawan yang meminta identitasnya tak disebutkan dalam berita menjelaskan, peristiwa itu berawal ketika Tenggo berselisih paham dengan seorang pria berinisial KB.
Kemudian KB mendatangi Tenggo sehingga terjadilah adu mulut alias cekcok.
“Kemudian KB mencoba memanggil rekannya KS untuk ikut sama-sama menjumpai Tenggo. Menurut informasi yang beredar bahwa KB mengadukan hal Ini ke ANS dan JKR yang saat ini menjabat sebagai bendahara dan ketua satgas OKP,” ujar sumber, Kamis (19/3).
Lanjut sumber, KB dan KS menjumpai Tenggo yang di mana korban sedang di dekat salahsatu minimarket tak jauh dari Diskotek Blue Night.
“Kemudian dengan membabi buta KB dan KS mengejar dan mencoba menikam serta membacok Tenggo. Namun Tenggo lari dari simpang Blue Night hingga ke simpang Tanah seribu untuk menghindar dari kejaran kedua pelaku tersebut,” ucap sumber.
“Menurut masyarakat, Tenggo mempunyai ilmu kebal tahan bacok. Tapi gak sampai di situ KB dan KS, menjumpai ANS dan JKR untuk meminta bantuan. Kemudian muncul instruksi untuk menghabisi Tenggo,” sambungnya.
Kemudian, di Simpang Tanah Seribu gerombolan preman dari salahsatu ormas mengejar Tenggo.
Di situ Tenggo kembali dianiaya dan kemaluannya dibacok.
“Tak sampai di situ kemudian Tenggo dibawa ke barak milik JKR. Di situ Tengg mendapatkan penyiksaan kembali. Dikarenakan terlihat hampir tewas, kemudian ANS merintahkan anggotanya untuk meninggalkan nya di Simpang Tanah Seribu,” kata sumber.
“Terlihat kalut dilihat masyarakat, kemudian Tenggo dibawa pakai mobil Toyota Avanza silver dengan BK 1581 RAA yang diduga milik RS. Tenggo pun dibawa ke rumah sakit OG Hospital Binjai. Melihat Tenggo sudah tak bernyawa sebelum mendapatkan penanganan, kemudian mereka meninggalkan Tenggo beserta mobilnya di OG Hospital,” tambahnya.

.png)





