Binjai, Langkatoday.com – Pihak Polres Binjai akhirnya memberikan keterangan resmi terkait penanganan kasus tewasnya Risyanto alias Tenggo yang sebelumnya menuai sorotan publik.
Kanit Pidum Satreskrim Polres Binjai, Iptu Benjamin Silaban, menyampaikan bahwa tersangka berinisial NG (41) telah diamankan sejak 17 Maret 2026 lalu.
“NG sudah kami tahan sejak tanggal 17 Maret 2026 sore, bertepatan dengan hari kejadian,” ujarnya kepada Langkatoday.com, Ahad (29/3) malam.
Ia menegaskan bahwa NG merupakan pelaku utama dalam kasus tersebut.
“NG adalah pelaku utama yang melakukan pembacokan terhadap korban. Sementara untuk pelaku lainnya masih dalam tahap pengejaran,” tambahnya.
View this post on Instagram
Senada dengan itu, Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Hizkia Siagian, menjelaskan bahwa penangkapan tersangka dilakukan dalam waktu relatif cepat.
Menurutnya, Tim Cobra Satreskrim Polres Binjai berhasil mengamankan NG setelah melakukan pengejaran selama kurang lebih 14 jam.
“Tersangka kami amankan di Jalan Sugau, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang tanpa perlawanan,” jelasnya.
Setelah penangkapan, petugas kemudian bergerak menuju ke kediaman tersangka di Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat untuk mengamankan barang bukti.
Muncul Keraguan dari Pihak Korban
Meski polisi telah menetapkan NG sebagai pelaku utama, sejumlah pihak masih mempertanyakan pengungkapan kasus tersebut.
Seorang rekan korban yang enggan disebutkan namanya menilai bahwa masih ada pelaku lain yang belum tersentuh hukum.
“Sekarang sudah tanggal 29 Maret, tapi yang ditangkap baru satu orang. Padahal dalam video yang beredar terlihat ada lebih dari lima orang yang menganiaya korban,” ujarnya.
Ia berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap seluruh pelaku yang terlibat agar kasus ini terungkap secara terang.
Kasus Masih Berkembang
Diketahui sebelumnya, kasus kematian Tenggo menjadi perhatian publik setelah korban ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Toyota Avanza yang ditinggalkan di area rumah sakit di Kota Binjai.
Beredarnya video dugaan penganiayaan brutal terhadap korban semakin memperkuat desakan masyarakat agar aparat penegak hukum mengusut kasus ini secara transparan dan menyeluruh.
Hingga saat ini, pihak Polres Binjai menyatakan proses penyelidikan masih terus berjalan, termasuk memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

.png)





