www.domainesia.com
BeritaEKBIS

Ngga Pernah Makan Nasi, Harta Elon Musk Tembus Rp 11.000 Triliun, Lebih Kaya dari Belgia!

Silvia
648
×

Ngga Pernah Makan Nasi, Harta Elon Musk Tembus Rp 11.000 Triliun, Lebih Kaya dari Belgia!

Sebarkan artikel ini
Bung Elon
channel whastapp langkatoday

Medan, Langkatoday.com – Elon Musk kembali menegaskan dominasinya sebagai orang terkaya di dunia. CEO Tesla dan SpaceX itu menutup tahun 2025 dengan kekayaan bersih yang diperkirakan mencapai USD 726,3 miliar atau sekitar Rp 11.000 triliun, menjadikannya jauh melampaui para miliarder lain di dunia.

Kekayaan Musk tak hanya unggul secara individual, tetapi juga melampaui ukuran ekonomi sejumlah negara dan nilai pasar banyak perusahaan global. Dikutip dari Forbes, Sabtu (3/1), kekayaan Musk tercatat turun sekitar USD 3,3 miliar pada perdagangan terakhir 2025, seiring pelemahan saham Tesla sebesar 1% ke level USD 449,72.

Iklan
darul mumtaz
Iklan

Meski demikian, saham Tesla masih membukukan kenaikan sekitar 18% sepanjang 2025 dan sempat diperdagangkan mendekati USD 500, menandai tahun yang sangat kuat bagi produsen kendaraan listrik tersebut.

Elon Musk telah menduduki posisi puncak orang terkaya dunia sejak Mei 2024, setelah menggeser Bernard Arnault dari LVMH. Hingga akhir 2025, jarak kekayaannya dengan para pesaing terdekat semakin melebar. Di bawah Musk, pendiri Google Larry Page tercatat memiliki kekayaan sekitar USD 256,9 miliar, disusul Larry Ellison (Oracle) sebesar USD 245 miliar, Jeff Bezos (Amazon) USD 242,2 miliar, dan Sergey Brin USD 237,1 miliar.

Dengan total kekayaan tersebut, valuasi Elon Musk setara dengan ekonomi terbesar ke-23 di dunia. Nilainya melampaui Produk Domestik Bruto (PDB) Belgia, Irlandia, Argentina, dan Swedia, serta hanya berada di bawah Taiwan, berdasarkan data Dana Moneter Internasional (IMF).

Tak hanya mengungguli ekonomi nasional, kekayaan Musk juga melampaui kapitalisasi pasar sejumlah perusahaan raksasa dunia, seperti Oracle, Johnson & Johnson, hingga LVMH. Bahkan, total hartanya hampir setara dengan nilai pasar seluruh aset kripto global pada 2018 dan lebih dari dua kali lipat kapitalisasi pasar Ethereum pada 2025, meski masih berada di bawah Bitcoin.

Lonjakan kekayaan Musk sepanjang 2025 didorong oleh sejumlah faktor strategis. Salah satunya adalah penawaran tender SpaceX yang menilai perusahaan antariksa tersebut mencapai USD 800 miliar, melonjak tajam dari valuasi sebelumnya. Selain itu, putusan Mahkamah Agung Delaware yang membatalkan pembatalan paket opsi saham Tesla milik Musk turut mendongkrak nilai kekayaannya.

Di sisi lain, pemegang saham Tesla juga telah menyetujui paket kompensasi jangka panjang yang berpotensi membawa kekayaan Musk mendekati USD 1 triliun, apabila target bisnis perusahaan tercapai dalam dekade mendatang.

Dengan tren tersebut, Elon Musk kini berada di jalur untuk mencatat sejarah sebagai manusia pertama di dunia dengan kekayaan USD 1 triliun, sebuah tonggak yang berpotensi mengubah peta kekayaan global orang super kaya.