Drama Kursi Sekda Padangsidimpuan: Nama Hamdan Sukri yang Muncul, Rahmat Marzuki yang Dilantik

- Pewarta

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Padangsidimpuan, Langkatoday.com – Pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padangsidimpuan kini menjadi buah bibir di tengah masyarakat. Polemik ini mencuat setelah terjadi “tikungan tajam” antara pengumuman hasil seleksi Panitia Seleksi (Pansel) dengan sosok yang akhirnya resmi dilantik oleh Wali Kota.

Publik dibuat bertanya-tanya setelah nama Hamdan Sukri Siregar, S.Sos., M.M. yang awalnya diumumkan sebagai kandidat terpilih, justru digantikan oleh Rahmat Marzuki Nasution pada proses pelantikan.

Pansel Akui Ada Intervensi Wali Kota

Ketua Pansel, Armand Effendi Pohan, saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat, tidak menampik adanya perubahan nama tersebut. Ia membenarkan bahwa pengumuman pertama memang menetapkan Hamdan Sukri Siregar sebagai hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekda.

“Memang benar pengumuman pansel pertama sudah keluar dengan nama Hamdan Sukri Siregar. Namun, atas usulan perubahan dari Bapak Wali Kota selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), berubah menjadi Rahmat Marzuki Nasution,” ungkap Armand, Selasa (10/3).

Veto Wali Kota dalam Aturan JPT

Dalam mekanisme birokrasi, Wali Kota Padangsidimpuan, Letnan Dalimunthe, memang memiliki kewenangan sebagai user atau pengguna. Selaku PPK, kepala daerah memiliki hak untuk menentukan pilihan akhir dari tiga besar nama yang diajukan oleh Pansel.

Dalam konteks ini, hak veto wali kota menjadi kunci. Meskipun Pansel telah melakukan seleksi teknis dan administratif, keputusan akhir untuk memilih sosok yang akan membantunya mengoordinasikan perangkat daerah sepenuhnya berada di tangan wali kota.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Kucurkan BLT untuk 35 Juta Keluarga Mulai Oktober 2025

Potensi Kebingungan Birokrasi

Munculnya dua nama “pemenang” dalam satu proses seleksi yang sama dinilai para pengamat berpotensi menimbulkan kegaduhan di internal birokrasi maupun di tengah masyarakat. Jabatan Sekda adalah posisi strategis sebagai motor penggerak pemerintahan daerah.

Sejumlah pengamat hukum tata negara menekankan pentingnya transparansi dalam proses transisi nama tersebut. Hal ini diperlukan untuk menjaga kepastian hukum dan stabilitas pemerintahan agar tidak muncul persepsi negatif mengenai objektivitas seleksi terbuka yang telah dilakukan.

Meskipun Rahmat Marzuki Nasution kini telah resmi menjabat, proses “perubahan nama” di menit-menit terakhir ini diprediksi akan tetap menjadi bahasan hangat dan ujian bagi kredibilitas sistem meritokrasi di lingkungan Pemko Padangsidimpuan.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penembakan Wadan Koti PP di Deli Serdang, Polda Sumut Tangkap Tiga Terduga Pelaku
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Safari Pers TNI AL di Kodaeral I, Waaspers Kasal Tinjau Fasilitas Kesehatan dan Barakuda
Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode
Gibranisti Sebut Desakan Pemakzulan Gibran sebagai Kejahatan Politik
Batam dan Sekitarnya Blackout, Pasokan Air Bersih dan Internet Terganggu

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Penembakan Wadan Koti PP di Deli Serdang, Polda Sumut Tangkap Tiga Terduga Pelaku

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Safari Pers TNI AL di Kodaeral I, Waaspers Kasal Tinjau Fasilitas Kesehatan dan Barakuda

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:14 WIB

Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat

Terbaru