Wisata Raja Ampat Ditutup Imbas Pencabutan Izin Tambang

JAKARTA (Langkatoday) Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menutup sementara akses wisata ke sejumlah destinasi unggulan, termasuk spot ikonik Wayag di Distrik Waigio Barat Kepulauan.

Keputusan ini diambil menyusul aksi pemalangan yang dilakukan oleh masyarakat setempat sebagai bentuk protes.

Bupati Raja Ampat, Orideko Burdam, di Sorong, Kamis (12/6), menegaskan bahwa penutupan tersebut dimaksudkan untuk menjaga keselamatan para wisatawan.

“Saya minta supaya aktivitas wisata di Waigio Barat Kepulauan ditutup sementara,” ujarnya.

Baca Juga:  KPK Diminta Periksa Jokowi dan Luhut Panjaitan Terkait Dugaan Korupsi Kereta Cepat Whoosh

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik empat perusahaan tambang nikel di wilayah Raja Ampat dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri pada Senin (9/6).

Adapun, empat IUP yang dicabut itu adalah milik PT Anugerah Surya Pratama, PT Nurham, PT Melia Raymond Perkasa, dan PT Kawai Sejahtera.

Keputusan pencabutan izin tambang itu memicu reaksi dari masyarakat yang selama ini bekerja di PT Melia Raymond Perkasa dan PT KSM. Merasa terdampak, mereka melakukan pemalangan terhadap spot wisata di Wayag.

Baca Juga:  Tak Perlu Tunggu Kuota? Begini Cara Legal Berangkat Haji Furoda 2026!

Untuk menanggapi hal itu, Pemerintah Raja Ampat melakukan kunjungan ke Pulau Manyaifun dan Batan Pele, Rabu (11/6), untuk melihat kondisi di sana dan sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat.

“Kita sudah turun ke Pulau Manyaifun dan mendengar aspirasi mereka, itulah yang akan kita bahas dalam kegiatan gelar tikar adat,” tuturnya.

Baca Juga:  TPG 2026 Cair Setiap Bulan, Ini Tahapan dan Jadwal Pencairannya yang Wajib Dipahami Guru

Ia menekankan bahwa setiap permasalahan yang muncul harus diselesaikan secara bijak guna mengakomodasi seluruh kepentingan masyarakat yang terdampak akibat penutupan tambang nikel.

“Saya minta, mari kita hindari konflik, kita mengedepankan komunikasi yang baik. Tapi pada intinya nanti kita dalam waktu dekat kita gelar tikar adat untuk mencari solusi konkret,” pungkas Bupati Raja Ampat, Orideko Burdam.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia