Binjai, Langkatoday.com – Penemuan mayat pria atasnama Risyanto atau kerap disapa Tenggo di dalam mobil Toyota Avanza BK 1581 RAA yang ditinggalkan di rumah sakit OG Hospital yang beralamat di Jalan Olahraga, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara, pada Senin (16/3) malam, masih menjadi sorotan publik.
Pasalnya Tenggo diduga dibunuh oleh oknum ketua OKP di Kota Binjai.
Menurut sumber wartawan yang meminta identitasnya tak disebutkan dalam berita menjelaskan, peristiwa itu berawal ketika Tenggo berselisih paham dengan seorang pria berinisial KB.
Kemudian KB mendatangi Tenggo sehingga terjadilah adu mulut alias cekcok.
“Kemudian KB mencoba memanggil rekannya KS untuk ikut sama-sama menjumpai Tenggo. Menurut informasi yang beredar bahwa KB mengadukan hal Ini ke ANS dan JKR yang saat ini menjabat sebagai bendahara dan ketua satgas OKP,” ujar sumber, Kamis (19/3).
Lanjut sumber, KB dan KS menjumpai Tenggo yang di mana korban sedang di dekat salahsatu minimarket tak jauh dari Diskotek Blue Night.
“Kemudian dengan membabi buta KB dan KS mengejar dan mencoba menik4m serta memb4cok Tenggo. Namun Tenggo lari dari simpang Blue Night hingga ke simpang Tanah Seribu untuk menghindar dari kejaran kedua pelaku tersebut,” ucap sumber.
“Menurut masyarakat, Tenggo mempunyai ilmu kebal tahan bacok. Tapi gak sampai di situ KB dan KS, menjumpai ANS dan JKR untuk meminta bantuan. Kemudian muncul instruksi untuk menghabisi Tenggo,” sambungnya.
Kemudian, di Simpang Tanah Seribu gerombolan preman dari salahsatu ormas mengejar Tenggo.
Di situ Tenggo kembali dianiaya dan kemaluannya dibacok.
“Tak sampai di situ kemudian Tenggo dibawa ke barak milik JKR. Di situ Tenggo mendapatkan penyiks4an kembali. Dikarenakan terlihat hampir tew4s, kemudian ANS merintahkan anggotanya untuk meninggalkannya di Simpang Tanah Seribu,” kata sumber.
“Terlihat kalut dilihat masyarakat, kemudian Tenggo dibawa pakai mobil Toyota Avanza silver dengan BK 1581 RAA yang diduga milik RS. Tenngo pun dibawa ke rumah sakit OG Hospital Binjai. Melihat Tenggo sudah tak bernyawa sebelum mendapatkan penanganan, kemudian mereka meninggalkan Tenggo beserta mobilnya di OG Hospital,” tambahnya.
Sedangkan itu menurut sumber, tersangka yang ditangkap Tim Cobra Satreskrim Polres Binjai bukan lah pelaku yang sebenarnya.
“Tersangka yang diamankan Polres Binjai atasnama Nanang tidak ada ditempat kejadian. Melainkan menumpang rumah di tempat ketua satgas JKR. Menjadi tanda tanya besar apakah tindak pidana pembunuhan berencana ini menjadikan tukar kepala? sedangkan pelaku utama serta aktor tidak berani diungkap,” ujar sumber. (*)

.png)






