Sibolga, Langkatoday.com – Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online Sumatera Utara (PW IWO Sumut) menunjukkan aksi nyata solidaritas dengan menyerahkan bantuan kepada pengurus dan anggota Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Sibolga–Tapanuli Tengah (Tapteng) yang terdampak bencana alam.
Penyaluran bantuan tersebut dipimpin langsung Ketua PW IWO Sumut, Amri Abdi, S.I.Kom, pada Jumat (27/2) malam di Sibolga. Bantuan ini menjadi bentuk empati sekaligus dukungan moril bagi rekan-rekan wartawan yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana hidrometeorologi yang melanda kawasan pesisir barat Sumatera Utara.
Amri Abdi menyampaikan bahwa bencana tidak hanya berdampak pada masyarakat umum, tetapi juga menyentuh kalangan jurnalis yang selama ini bertugas menyampaikan informasi kepada publik.
“Kita belum menggalang dana dari kemitraan, ini murni partisipasi dari teman-teman Pengurus Pusat, PW dan PD se-Sumut sebagai bentuk keprihatinan terhadap pengurus serta anggota IWO di Sibolga-Tapteng yang terdampak,” ujar Amri.
Ia menambahkan, dedikasi wartawan di bawah naungan IWO dalam mengawal informasi di tengah kondisi sulit patut diapresiasi.
Rumah Rusak, Wartawan Mengungsi
Ketua IWO Sibolga-Tapteng, Benny Setiawan, menyampaikan terima kasih atas kepedulian Pengurus Pusat, PW, dan PD IWO Sumut yang telah membantu meringankan beban para wartawan terdampak.
Benny yang akrab disapa BS melaporkan bahwa banjir bandang menyebabkan sejumlah rumah rusak beserta isinya. Beberapa wartawan IWO yang terdampak cukup parah di antaranya Benny sendiri, Samsul, serta Rossy Hutabarat yang hingga kini masih mengungsi di rumah kerabat.
“Di tengah jeritan sulitnya situasi dan ekonomi, kami tetap mengawal informasi untuk kepentingan publik agar percepatan pemulihan pasca-bencana Sibolga-Tapteng tidak luput dari fokus pemerintah pusat,” ungkap Benny.
Solidaritas sebagai Ikatan Persaudaraan
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat IWO, H. Teuku Yudhistira, M.I.Kom, turut mengapresiasi kepedulian jajaran PP dan PW IWO Sumut.
Menurutnya, IWO bukan sekadar organisasi profesi, tetapi juga wadah persaudaraan yang harus dijaga dalam suka maupun duka.
“Bagi kami, IWO ini bukan hanya organisasi profesi, tapi juga persaudaraan yang telah ditanamkan sejak awal dan harus terus dijaga. Apa yang kita salurkan mungkin belum bisa mengganti seluruh kerugian rekan-rekan kita, tetapi ini adalah bentuk kebersamaan,” ujarnya.
Yudhistira berharap bantuan yang disalurkan dapat menjadi penyemangat bagi para wartawan yang menjadi korban bencana agar segera bangkit dan melanjutkan aktivitasnya.
“Tentu tidak ada dari kita yang ingin menjadi korban bencana. Namun sebagai umat-Nya, kita hanya bisa berusaha untuk bangkit dan tidak terlalu larut dalam kesedihan,” pungkasnya.
Aksi solidaritas ini menjadi pengingat bahwa di tengah tugas profesional sebagai penyampai informasi, para wartawan juga bagian dari masyarakat yang tak luput dari musibah. Kebersamaan dan kepedulian menjadi modal penting untuk bangkit dari bencana.
.png)






