Medan, Langkatoday.com – Dosen Institut Kesehatan Helvetia melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi di Rumah Sakit Umum (RSU) Boloni Medan, Selasa (11/11). Kegiatan ini mengangkat tema “Evaluasi dan Pemahaman Indikator Mutu Pelayanan Rumah Sakit Tahun 2025.”
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dr. Suzan Fhitriana Pakpahan, M.Kes, dr. Fahmi Irsan Nasution, M.Ked (PA), serta M. Fharel Khalfani Gibran. Pengabdian masyarakat ini menyasar tenaga kesehatan dan jajaran manajemen rumah sakit swasta, khususnya RSU Boloni Medan.
Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta evaluasi indikator mutu pelayanan rumah sakit guna mendorong peningkatan kualitas dan keselamatan pelayanan kesehatan. Melalui kegiatan ini, rumah sakit diharapkan mampu memastikan layanan yang diberikan telah sesuai dengan standar mutu nasional serta prinsip keselamatan pasien.
Salah satu narasumber, dr. Suzan Fhitriana Pakpahan, M.Kes, menegaskan bahwa indikator mutu pelayanan rumah sakit bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan alat penting untuk mengukur dan memperbaiki kualitas layanan secara nyata.
“Indikator mutu menjadi dasar bagi rumah sakit untuk menilai apakah pelayanan yang diberikan sudah aman, efektif, dan sesuai standar nasional. Dengan evaluasi yang rutin, potensi masalah seperti keterlambatan pelayanan, kesalahan prosedur, hingga risiko keselamatan pasien dapat dideteksi lebih awal,” ujar dr. Suzan.
Ia menambahkan bahwa pemahaman yang baik terhadap indikator mutu akan membantu rumah sakit dalam membangun budaya kerja yang berorientasi pada keselamatan pasien dan perbaikan berkelanjutan.
“Rumah sakit perlu menjadikan indikator mutu sebagai bagian dari budaya organisasi, bukan sekadar laporan tahunan. Jika ini diterapkan dengan konsisten, maka kualitas pelayanan dan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit akan meningkat,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, para narasumber juga memaparkan pentingnya keterlibatan seluruh unit kerja dalam pencapaian indikator mutu pelayanan. Evaluasi tidak hanya menjadi tanggung jawab manajemen, tetapi juga membutuhkan komitmen tenaga medis dan nonmedis di setiap lini pelayanan.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Institut Kesehatan Helvetia menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan, khususnya di rumah sakit swasta, demi terwujudnya layanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
.png)






