Stabat, Langkatoday.com – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto melaksanakan bakti sosial di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rabu (28/1). Ribuan paket bantuan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Penyerahan bantuan dipusatkan di Stadion Nur Cahaya, Kecamatan Tanjung Pura, dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-76 dengan tema “Imigrasi Mengabdi, Pulihkan Negeri.”
“Melalui kegiatan ini, kami ingin ikut berkontribusi membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Ini adalah wujud nyata kepedulian Imigrasi kepada masyarakat,” ujar Agus Andrianto usai menyerahkan bantuan.
Selain bantuan logistik, Kementerian Imipas juga menyiapkan dukungan dana sebesar Rp 4 miliar yang dihimpun dari jajaran Imigrasi di seluruh Indonesia. Dana tersebut akan dialokasikan tidak hanya untuk korban bencana, tetapi juga untuk pembangunan fasilitas air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Total dana yang terkumpul sekitar Rp 4 miliar. Saya minta agar dimanfaatkan seluas-luasnya, termasuk untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih. Selama kuota mencukupi, bantuan akan kita arahkan,” jelasnya.
Menurut Agus, dengan estimasi kebutuhan sekitar Rp 30 juta hingga Rp 40 juta per titik, dana tersebut berpotensi digunakan untuk membangun ratusan bahkan ribuan titik air bersih di berbagai daerah.
Sementara itu, Bupati Langkat Syah Afandin menyampaikan apresiasi atas kepedulian Kementerian Imipas terhadap masyarakat Langkat. Ia menilai bantuan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Ini tentu menjadi keberkahan bagi masyarakat Langkat. Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berlanjut dan membawa kebaikan ke depan,” ucap Syah Afandin.
Sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Langkat turut menerima bantuan sosial tersebut, di antaranya Kelurahan Pekan Tanjung Pura, Desa Perkubuan, Desa Teluk Bakung, Desa Serapuh Asli, Desa Pematang Tengah, Desa Paya Prupuk, serta wilayah lainnya yang terdampak banjir.
.png)






