Jakarta, Langkatoday.com – Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan mengatakan susah tidur selama perang Iran vs Israel. Dia mengatakan serangan Israel-AS ke Iran tidak manusiawi.
Hal tersebut disampaikan Zulhas saat memberikan sambutan dalam Rakernas I PAN di Jakarta Selatan, Selasa (31/3).
“Saya kadang-kadang, Pak Hatta, susah tidur kalau lihat Amerika-Israel nyerang Iran itu, enggak bisa tidur. Di luar apa, di luar nalar. Di luar batas-batas kita sebagai manusia. Saya kira biadab gitu,” kata Zulhas.
Menurutnya, situasi kemanusiaan di Palestina, khususnya Gaza, juga menimbulkan kegelisahan yang sama. Ia mengaku hanya bisa merespons kondisi tersebut dengan doa.
“Kita tidak bisa apa-apa, kecuali doa. Itu membuat kami tidak tidur, susah tidur,” ujarnya.
Zulhas juga menyoroti dampak konflik global yang kian meluas ke berbagai kawasan, mulai dari Eropa, Timur Tengah, hingga Asia.
Dia menilai sejumlah negara sudah mulai merasakan imbasnya, termasuk dalam sektor energi.
“Kalau kita lihat lagi Pakistan, India sudah mulai mengular (antrean BBM). Bahkan gelap. Kalau yang Amerika Latin ada gelap, sedang naik sepeda, karena sudah tidak ada bensin ya,” tegas dia.
“Kita tidak tahu kapan akan berakhir, keadaannya seperti ini. Australia yang kuat dan hebat juga sekarang sudah melepas cadangan darurat petrol dan diselnya,” tambahnya.
Zulkifli mengajak masyarakat untuk tetap bersikap optimistis di tengah dinamika global yang tidak menentu.
Ia menilai, arah kepemimpinan Prabowo Subianto sudah dirancang dengan visi jangka panjang, khususnya dalam upaya memperkuat kemandirian bangsa.
Menurutnya, langkah menuju swasembada pangan dan energi menjadi kunci agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor.
Ia mengakui, gagasan tersebut sempat dianggap tidak realistis oleh sebagian pihak. Namun, kondisi selama ini justru membuat bangsa terlena dengan kemudahan impor.
Di sisi lain, ia juga menyoroti pentingnya hilirisasi sebagai strategi utama dalam memperkokoh struktur ekonomi nasional.
Program-program ini dinilai bukan sekadar wacana, melainkan fondasi yang kini mulai diwujudkan secara konkret, termasuk melalui kementerian yang berada di bawah koordinasinya.

.png)





