www.domainesia.com
Nasional

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Tetapkan Banjir Aceh–Sumut–Sumbar sebagai Bencana Nasional

Tim Langkatoday
2410
×

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Tetapkan Banjir Aceh–Sumut–Sumbar sebagai Bencana Nasional

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang
channel whastapp langkatoday

MEDAN, LANGKATODAY – Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, mendorong pemerintah menetapkan bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) sebagai status darurat bencana nasional. Menurutnya, skala dampak bencana sudah jauh melampaui kemampuan penanganan pemerintah daerah.

“DPR mengusulkan agar ini ditetapkan sebagai bencana nasional, tidak lagi kabupaten atau provinsi. Skalanya luar biasa,” ujar Marwan kepada wartawan, Jumat (28/11).

Daerah Masih Terendam

Marwan yang kini berada di Medan menyebutkan bahwa meski air mulai surut, masih banyak wilayah kota dan kabupaten di Sumut yang tergenang. Sejumlah warga juga dilaporkan belum berhasil dievakuasi akibat akses yang terputus.

“Ini saya kira kategori bencana yang sudah berskala nasional. Penanganannya harus lintas kementerian dan lembaga, bukan hanya Kemensos atau BNPB,” katanya.

Ia menyoroti kerusakan infrastruktur berat di berbagai wilayah, termasuk jalan yang putus dan jembatan yang rusak akibat longsoran maupun gelondongan kayu.

Marwan menegaskan pemerintah harus memaksimalkan 24–48 jam ke depan untuk penyelamatan warga, evakuasi, dan distribusi kebutuhan dasar.

“Masih banyak yang menyelamatkan diri di bukit-bukit, ada yang terjebak di rumah. Ini harus segera ditangani,” ujarnya.

Ia juga meminta percepatan pembukaan akses jalan, terutama menuju Sibolga, yang hingga kini masih terputus.

Marwan mengapresiasi upaya pemerintah mengirim bantuan lewat udara, namun ia menilai kapasitas helikopter sangat terbatas.

“Bantuan banyak tertahan karena jalan tidak bisa dilalui. Via Tarutung maupun Sipirok semuanya terhambat,” jelasnya.

Marwan meminta pemerintah menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi bencana yang terus berulang di lokasi yang sama, termasuk investigasi penyebab rusaknya lingkungan.

“Triliunan anggaran habis karena gelondongan kayu yang terbawa arus. Harus jelas siapa yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Korban Meninggal di Aceh dan Sumut Meningkat

Hingga Jumat (28/11), korban jiwa di Aceh tercatat mencapai 33 orang, dengan sejumlah warga masih hilang. Korban tersebar di:

  • Aceh Tengah: 15 meninggal, sejumlah lainnya masih dicari
  • Bener Meriah: 11 meninggal, 13 hilang
  • Aceh Utara, Gayo Lues, Aceh Tenggara: laporan korban tambahan

Sementara itu, Polda Sumut merilis 62 korban meninggal akibat banjir dan longsor di Sumatera Utara. Total korban terdampak mencapai 222 orang, terdiri dari:

  • 62 meninggal dunia
  • 13 luka berat
  • 82 luka ringan
  • 65 orang masih hilang