www.domainesia.com
EKBISNasional

BPK Ungkap Potensi Kerugian Rp470,7 Miliar di Proyek Tol Cibitung–Cilincing

143
×

BPK Ungkap Potensi Kerugian Rp470,7 Miliar di Proyek Tol Cibitung–Cilincing

Sebarkan artikel ini
channel whastapp langkatoday

Jakarta, Langkatoday.com – Proyek Jalan Tol Cibitung–Cilincing (JTCC) yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) terungkap belum mampu memberikan kinerja keuangan sesuai harapan. Sejak mulai beroperasi pada 1 April 2023 hingga November 2024, proyek tersebut belum menghasilkan pendapatan yang cukup untuk menutup beban bunga pinjaman.

Temuan tersebut diungkap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan (IHP) Semester I Tahun 2025. Dalam laporan yang ditandatangani Kepala BPK RI Isma Yatun pada September 2025, disebutkan bahwa PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo berpotensi mengalami kerugian minimal Rp470,7 miliar dari investasi di proyek JTCC.

Iklan
darul mumtaz
Iklan

“Proyek JTCC sejak beroperasi pada 1 April 2023 sampai November 2024 belum menghasilkan pendapatan yang mampu menutup pembayaran beban bunga pinjaman,” tulis BPK dalam laporannya.

Dalam pelaksanaannya, pengelola proyek yakni PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (PT CTP) memperoleh pinjaman dari PT Akses Pelabuhan Indonesia (PT API) dengan nilai outstanding mencapai Rp470,70 miliar.

Diketahui, PT API merupakan pemegang saham mayoritas PT CTP sekaligus anak usaha dari Subholding Pelindo Solusi Logistik (SPSL). Kondisi tersebut dinilai berisiko menimbulkan kerugian yang semakin besar apabila tidak segera ditangani secara strategis.

Atas temuan itu, BPK meminta Direktur Utama Pelindo bersama Direksi SPSL untuk segera berkoordinasi dengan para pemegang saham guna merumuskan langkah strategis terkait keberlanjutan investasi proyek JTCC.

“Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah potensi kerugian yang lebih besar di masa mendatang,” tegas BPK.

Temuan ini kembali menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek strategis nasional, khususnya dari aspek kelayakan finansial dan manajemen risiko, agar tidak menjadi beban jangka panjang bagi keuangan negara.