Iklan
DomaiNesia
DomaiNesia
Internasional

Quran.com Copot Mishary Rashid sebagai Qari Default Akibat Komentar Dukung AS dalam Konflik dengan Iran

Tim Langkatoday
1256
×

Quran.com Copot Mishary Rashid sebagai Qari Default Akibat Komentar Dukung AS dalam Konflik dengan Iran

Sebarkan artikel ini
channel whastapp langkatoday

Jakarta, Langkatoday.com – Platform bacaan dan tilawah Al-Quran online terpopuler di dunia, Quran.com, telah menghapus suara Syeikh Mishary Rashid Alafasy sebagai qari (pembaca) default di seluruh situsnya. Keputusan ini diambil menyusul kontroversi komentar politis Alafasy di media sosial X (Twitter) yang dianggap mendukung Amerika Serikat dalam ketegangan dengan Iran.

Menurut berbagai laporan yang beredar sejak awal April 2026, perubahan tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah postingan Alafasy viral.

Dalam postingannya, qari asal Kuwait itu menuliskan pernyataan yang dikaitkan dengan Gedung Putih: “الرئيس ترامب سيفتح أبواب الجحيم على إيران” yang diterjemahkan sebagai “Presiden Trump akan membuka pintu neraka bagi Iran”.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa Alafasy juga menambahkan komentar lain yang menyebut Iran sebagai “negara agresor” yang mengancam negara-negara Teluk, serta menyatakan sikap “berdiri melawan agresor meski orang itu paling saleh sekalipun”. Pernyataan ini menuai kritik keras dari sebagian umat Muslim yang melihatnya sebagai bentuk dukungan terhadap potensi agresi militer AS-Israel terhadap Iran, negara Muslim.

Reaksi dan Keputusan Quran.com

Quran.com, yang digunakan jutaan orang di seluruh dunia untuk membaca dan mendengarkan Al-Quran, tidak mengeluarkan pernyataan resmi tentang alasan perubahan default reciter. Namun, timing perubahan yang cepat membuat banyak pengguna dan pengamat menghubungkannya langsung dengan kontroversi tersebut.

Meski suara tilawah Mishary Rashid Alafasy masih tersedia di perpustakaan reciter platform tersebut, ia tidak lagi menjadi pilihan otomatis ketika pengguna memutar audio ayat Al-Quran. Sebelumnya, suara merdu Alafasy yang lembut dan khas sering menjadi default di situs ini.

Reaksi di media sosial beragam. Sebagian pihak memuji langkah Quran.com sebagai “langkah prinsipil” karena tilawah Al-Quran seharusnya tidak dikaitkan dengan figur yang dianggap memberikan “legitimasi agama” terhadap tindakan yang dianggap opresif. Sementara itu, sebagian pendukung Alafasy berpendapat bahwa ia berhak menyampaikan pendapat pribadi dan bahwa Iran memang memiliki catatan konflik dengan negara-negara Teluk.

Kontroversi ini juga mengingatkan pada riwayat Alafasy yang pernah dikritik karena dianggap dekat dengan beberapa rezim di dunia Arab, termasuk sikapnya yang jarang mengecam agresi terhadap Palestina atau isu-isu sensitif lainnya.

Siapa Mishary Rashid Alafasy?

Mishary Rashid Alafasy (lahir 5 September 1976 di Kuwait) adalah salah satu qari internasional paling terkenal. Ia dikenal dengan suara yang indah, tajwid yang sempurna, dan rekaman tilawah yang tersebar luas di berbagai platform. Selain menjadi imam, ia juga aktif sebagai penceramah dan penyanyi nasyid. Jutaan Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, sering mendengarkan tilawahnya dalam berbagai kesempatan.

Kontroversi ini menjadi pengingat bahwa figur publik di dunia Islam, terutama mereka yang memiliki pengaruh besar melalui suara tilawah, sering kali dihadapkan pada ekspektasi tinggi dari umat. Banyak yang berpendapat bahwa qari seharusnya menjaga netralitas atau fokus pada dakwah agama daripada terlibat dalam isu geopolitik yang sensitif.

Hingga berita ini ditulis, baik Mishary Rashid Alafasy maupun tim Quran.com belum memberikan tanggapan resmi lebih lanjut. Sementara itu, perdebatan di media sosial terus berlanjut, dengan sebagian pengguna memilih untuk tetap mendengarkan tilawah Alafasy di platform lain, sementara yang lain mendukung keputusan Quran.com sebagai bentuk konsistensi nilai.

Peristiwa ini sekali lagi menunjukkan betapa sensitifnya isu politik Timur Tengah di kalangan umat Muslim global, di mana batas antara pendapat pribadi, agama, dan geopolitik sering kali menjadi bahan perdebatan sengit.