www.domainesia.com
InternasionalPolitik

Emas Dunia “Gila-Gilaan” Tembus USD 4.700, Ketegangan Greenland Picu Panic Buying Aset

Tim Langkatoday
1358
×

Emas Dunia “Gila-Gilaan” Tembus USD 4.700, Ketegangan Greenland Picu Panic Buying Aset

Sebarkan artikel ini
channel whastapp langkatoday

Jakarta, Langkatoday.com – Pasar komoditas global kembali diguncang rekor baru. Harga emas dunia melesat tajam melampaui level psikologis USD 4.700 per ounce pada perdagangan Selasa (20/1). Lonjakan ini dipicu oleh memanasnya tensi geopolitik global, terutama terkait ancaman tarif baru Amerika Serikat terhadap Eropa.

Mengutip laporan CNBC dan Yahoo Finance, harga emas di pasar spot terbang hingga 2% ke posisi USD 4.757,33 per ounce. Kenaikan ini membawa emas ke wilayah harga yang belum pernah terjadi sebelumnya sepanjang sejarah. Tak hanya emas, harga perak juga mencetak rekor fantastis dengan menembus level USD 95 per ounce.

Iklan
darul mumtaz
Iklan

Dipicu Isu Greenland dan Kebijakan Trump

Analis pasar dari City Index, Fawad Razaqzada, menyebutkan bahwa investor saat ini tengah melakukan lindung nilai (hedging) besar-besaran terhadap risiko politik yang kian memanas.

Sentimen utama datang dari ancaman Presiden AS, Donald Trump, yang berencana mengenakan tarif baru bagi negara-negara Eropa terkait kendali atas wilayah Greenland. Ketegangan ini mengguncang bursa Wall Street ke level terendah dalam tiga minggu terakhir dan membuat nilai tukar Dolar AS melemah, yang justru menguntungkan bagi harga logam mulia.

“Emas dianggap sebagai tempat perlindungan paling aman di tengah ketidakstabilan ekonomi dan politik global yang saat ini tidak menentu,” jelas Fawad.

Prediksi Menuju USD 5.000

Dominasi emas sebagai aset safe-haven telah terlihat sejak tahun 2025, di mana harga logam kuning ini melonjak hingga 64%. Memasuki awal tahun 2026, emas kembali menambah keuntungan sebesar 10%.

Para analis kini membidik target harga berikutnya di angka USD 4.800 hingga USD 4.900. Bahkan, target psikologis jangka panjang di level USD 5.000 per ounce bukan lagi hal yang mustahil jika ketegangan geopolitik antara AS, Eropa, dan sekutu NATO terus berlanjut.

Dampak bagi Investor Lokal

Kenaikan harga emas dunia secara langsung berdampak pada harga emas batangan di dalam negeri, termasuk harga di gerai Pegadaian yang baru-baru ini menyentuh angka Rp2,7 juta per gram.

“Kita telah memasuki era nasionalisme sumber daya. Mata uang bukan lagi cara terbaik untuk menghadapi tema geopolitik ini, melainkan melalui kepemilikan logam mulia,” ujar Peter Kinsella, Global Head of FX Strategy Union Bancaire Privee SA.

Selain emas dan perak, logam mulia lainnya seperti Platinum dan Paladium juga terpantau ikut merangkak naik, mempertegas tren “booming” komoditas logam di awal tahun 2026.