www.domainesia.com
InternasionalPolitik

DPR di Jepang Resmi Dibubarkan

Tim Langkatoday
2553
×

DPR di Jepang Resmi Dibubarkan

Sebarkan artikel ini
Presiden Partai Demokrat Liberal (LDP) Sanae Takaichi berdiri untuk memberikan penghormatan atas tepuk tangan setelah ia terpilih sebagai perdana menteri baru Jepang selama sidang luar biasa majelis rendah parlemen di Tokyo, Jepang, Selasa (21/10/2025). Dia menjadi perempuan PM pertama Jepang.
channel whastapp langkatoday

Tokyo, Langkatoday.com – Baru tiga bulan menjabat, Perdana Menteri perempuan pertama Jepang, Sanae Takaichi, mengambil langkah politik yang sangat berisiko. Secara mengejutkan, Takaichi membubarkan parlemen pada Jumat (23/1) dan mengumumkan pemilu sela yang akan digelar pada 8 Februari mendatang.

Langkah ini diambil Takaichi untuk menguji mandat publik atas agendanya yang kontroversial, yakni mempercepat pembangunan pertahanan militer Jepang dan kebijakan ekonomi baru di tengah melesatnya biaya hidup.

Iklan
darul mumtaz
Iklan

“Saya mempertaruhkan masa depan politik saya sebagai Perdana Menteri pada pemilu ini. Saya ingin publik menilai langsung apakah mereka memercayakan pengelolaan negara kepada saya,” tegas Takaichi dalam keterangannya.

Janji Manis di Tengah Badai Ekonomi

Sadar bahwa masalah harga menjadi kekhawatiran utama rakyat Jepang, Takaichi menjanjikan penghentian sementara pajak konsumsi sebesar 8 persen untuk produk makanan selama dua tahun. Ia juga berencana mengalihkan pengeluaran pemerintah untuk penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan rumah tangga.

Namun, janji ini adalah pedang bermata dua. Para ekonom memperkirakan pemotongan pajak ini akan menggerus pendapatan negara hingga 5 triliun yen per tahun. Imbasnya, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang melonjak ke level tertinggi dalam 27 tahun, yang mencerminkan kegelisahan pasar keuangan global.

Peta Kekuatan Politik yang Goyah

Meski popularitas pribadi Takaichi sangat tinggi (mencapai 75-78 persen), partainya, Liberal Democratic Party (LDP), justru sedang terpuruk dengan tingkat dukungan hanya 29,7 persen. Situasi kian sulit bagi Takaichi karena pihak oposisi kini bersatu.

Partai Demokrat Konstitusional Jepang secara resmi bergabung dengan Komeito (mantan mitra koalisi setia LDP selama 26 tahun) untuk membentuk Aliansi Reformasi Sentris.

Kekuatan baru ini menguasai 172 kursi, menantang dominasi LDP dan mitra koalisinya yang kini hanya memiliki mayoritas tipis sebanyak 230 kursi dari total 465 kursi DPR.

Dampak Geopolitik dan Global

Pemilu sela ini bukan hanya urusan domestik Jepang. Komunitas internasional turut memantau dengan cermat karena:

  • Keamanan Asia: Kemenangan Takaichi akan memuluskan rencana Jepang meningkatkan anggaran pertahanan hingga 2 persen dari PDB guna mengimbangi kekuatan China.
  • Ekonomi Global: Sebagai salah satu ekonomi terbesar dunia, ketidakpastian politik di Jepang telah melemahkan nilai tukar Yen dan memengaruhi selera risiko investor global.

Jika LDP kalah dalam pemilu 8 Februari nanti, Takaichi tidak hanya akan kehilangan agendanya, tetapi juga jabatannya sebagai Perdana Menteri.

Publik kini menanti apakah daya tarik pribadi sang “Iron Lady” dari Jepang ini mampu menyelamatkan partainya dari kekalahan telak.