Stabat, Langkatoday.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Langkat mulai dimanfaatkan oleh oknum untuk meraup keuntungan. Di tengah sulitnya masyarakat mendapatkan BBM di sejumlah SPBU, minyak eceran di wilayah Stabat dilaporkan dijual dengan harga mencapai Rp25 ribu per liter, Kamis (16/7).
Pantauan Langkatoday.com, sejumlah kios dan pedagang eceran menawarkan BBM dengan harga yang jauh di atas harga normal. Kondisi ini terjadi setelah pasokan BBM di beberapa SPBU di Kabupaten Langkat belum sepenuhnya kembali normal sehingga antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah titik.
Salah seorang warga Stabat mengaku terpaksa membeli BBM eceran karena harus tetap bekerja.
“Kalau tidak beli eceran, kami tidak bisa berangkat kerja. Di SPBU antre panjang, bahkan kadang sudah habis. Terpaksa beli Rp25 ribu per liter,” ujar Poniman kepada Langkatoday.com
Kelangkaan BBM dalam beberapa hari terakhir tidak hanya memicu antrean panjang di SPBU, tetapi juga menyebabkan harga BBM eceran melonjak drastis.
Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat karena semakin menambah beban pengeluaran, terutama bagi pengendara yang bergantung pada kendaraan untuk mencari nafkah.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti telah meninjau langsung kondisi di SPBU Perdamaian, Stabat. Pemerintah Kabupaten Langkat juga menyatakan akan berkoordinasi dengan PT Pertamina agar distribusi BBM ke wilayah Langkat kembali normal dan keterlambatan pasokan dapat segera diatasi.
Masyarakat berharap distribusi BBM segera pulih sehingga kelangkaan tidak berlarut-larut dan harga BBM eceran dapat kembali normal. Warga juga meminta pemerintah bersama aparat terkait melakukan pengawasan terhadap praktik penjualan BBM eceran dengan harga yang dinilai memberatkan masyarakat.







