Iklan
DomaiNesia
DomaiNesia
BeritaInternasional

Bus Jamaah Umrah Terbakar di Madinah: 24 Penumpang Selamat

Silvia
1013
×

Bus Jamaah Umrah Terbakar di Madinah: 24 Penumpang Selamat

Sebarkan artikel ini
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 75?
channel whastapp langkatoday

Jeddah, Langkatoday.com – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah memastikan bahwa 24 jamaah umrah asal Indonesia yang menjadi korban insiden bus terbakar di dekat Kota Madinah berada dalam kondisi selamat. Para jamaah dijadwalkan akan tetap dipulangkan ke tanah air sesuai jadwal semula pada 31 Maret 2026.

Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron Ambary, menyatakan bahwa sebagian besar jamaah yang berada di dalam bus nahas tersebut berasal dari wilayah Sumatera Barat.

Kronologi: Bau Kopling dan Ban Meletus

Insiden mencekam ini terjadi pada perjalanan menuju Madinah, tepatnya sekitar 20 menit sebelum bus tiba di kota tujuan. Berdasarkan keterangan jamaah, indikasi masalah teknis sudah terasa sejak awal perjalanan.

Jamaah dilaporkan telah dua kali memperingatkan sopir (seorang warga negara Mesir) mengenai bau kopling yang terbakar. Namun, kru bus bersikeras bahwa kendaraan dalam kondisi aman untuk melanjutkan perjalanan.

“Tak lama kemudian terdengar suara letusan dari bagian ban. Sopir segera menepikan kendaraan dan meminta seluruh penumpang turun. Api kemudian membesar dengan cepat,” ujar Yusron dalam keterangannya, Sabtu (28/3).

Kondisi Jamaah: Trauma Ringan dan Paspor Aman

Meskipun kobaran api menghanguskan badan bus, KJRI Jeddah memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka fisik dalam peristiwa ini. Dokumen penting seperti paspor seluruh jamaah juga dilaporkan aman dan tidak ikut terbakar.

Namun, Yusron mencatat adanya dampak psikologis, terutama pada jamaah anak-anak.

“Sejumlah anak mengalami trauma ringan dan sempat enggan menumpang bus lagi untuk sementara waktu,” tambahnya.

Saat ini, para jamaah telah dievakuasi ke Hotel Manazel Al Sadiq menggunakan bus pengganti.

KJRI Kawal Hak Kompensasi

KJRI Jeddah menegaskan akan terus mengawal kasus ini, terutama terkait tanggung jawab perusahaan transportasi di Arab Saudi. Dugaan awal penyebab kebakaran murni mengarah pada masalah teknis kendaraan, bukan karena kelalaian mengemudi (ugal-ugalan).

“KJRI akan mendampingi jamaah, termasuk memastikan jika ada hak kompensasi dari pihak perusahaan transportasi atas insiden ini,” tegas Yusron.