Bali, Langkatoday.com – Pulau Dewata kembali menjadi magnet bagi investor properti, baik domestik maupun mancanegara, di tengah pemulihan pariwisata global dan permintaan akomodasi yang terus meningkat. Bali tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga sebagai pasar properti yang menawarkan peluang investasi menarik, khususnya di sektor villa dan real estate premium.
Menurut panduan investasi dari agen properti lokal, Bali Villa Realty, investasi properti di Bali memiliki keuntungan jangka panjang dengan beragam pilihan, mulai dari villa leasehold dan freehold, tanah siap bangun, hingga proyek off-plan.
Ragam Pilihan Investasi dan Potensi Keuntungan
Investor yang memilih untuk membeli villa di Bali dapat mempertimbangkan berbagai tipe properti, termasuk leasehold (hak sewa tanah jangka panjang) atau freehold (kepemilikan penuh), yang legal dimiliki oleh investor melalui entitas khusus maupun aturan kepemilikan sesuai ketentuan Indonesia.
Selain itu, beberapa lokasi populer seperti Canggu, Seminyak, Uluwatu, dan Ubud menjadi favorit karena permintaan sewa yang kuat, baik untuk pariwisata maupun hunian jangka panjang. Bali Villa Realty bahkan menyediakan panduan lengkap untuk pemula yang ingin memahami perbedaan antara tingkatan kepemilikan dan potensi hasil sewa dari tiap wilayah.
Menurut data lain dari agen real estate di Bali, properti villa umumnya memberikan imbal hasil sewa (rental yield) yang kompetitif, sering kali berada di kisaran 8–20% per tahun, tergantung lokasi, fasilitas, dan strategi manajemen sewa yang dipilih.
Strategi Investasi: Dari Off-Plan Hingga Ready Villa
Investor yang ingin entry point lebih rendah dapat mempertimbangkan proyek off-plan, yaitu villa yang dibeli saat pengembangan, sering kali dengan harga awal yang lebih terjangkau serta opsi pembayaran bertahap. Sementara itu, ready villa atau properti yang sudah siap huni menawarkan aliran pendapatan sewa langsung setelah pembelian.
Strategi lain yang kerap dipilih adalah land banking — membeli tanah di lokasi strategis yang diprediksi akan mengalami apresiasi nilai signifikan seiring dengan pengembangan infrastruktur dan pariwisata yang berkelanjutan di Bali.
Tantangan dan Pertimbangan Investor
Meskipun prospeknya menjanjikan, investor juga diingatkan untuk memahami aspek hukum dan manajemen properti. Salah satu pertimbangan penting adalah aturan kepemilikan tanah untuk warga negara asing yang tidak memungkinkan kepemilikan langsung tanah (freehold) tanpa entitas tertentu seperti PT PMA (Perusahaan Penanaman Modal Asing).
Selain itu, mengelola properti untuk disewakan membutuhkan rencana manajemen yang matang, karena pengelolaan sehari-hari termasuk dapat mempengaruhi kualitas layanan dan hasil sewa tahunan. Sejumlah ahli juga menyarankan kerja sama dengan agen lokal untuk membantu pengurusan dokumen, strategi pemasaran, dan peringatan risiko hukum atau administratif yang mungkin terjadi.
.png)





