Bukan untuk Belajar, SD di Bahorok Malah Dipakai Simpan Mesin Dingdong dan Judi Elektronik!

STABAT (Langkatoday) – Miris! Sebuah bangunan Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, viral di media sosial setelah diduga dijadikan gudang penyimpanan mesin judi. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat menimba ilmu itu justru disulap menjadi tempat parkir mesin tembak ikan dan dingdong.

Dalam video berdurasi 20 detik yang beredar luas, tampak jelas beberapa mesin judi tembak ikan diletakkan di luar kelas. Sementara sejumlah mesin dingdong terlihat disimpan rapi di dalam ruang kelas SD Negeri 050655 yang berada di Kecamatan Bahorok.

Baca Juga:  Kades Suka Maju Dinilai Abai terhadap Korban Banjir, Warga Keluhkan Minimnya Bantuan

Menurut informasi yang diterima Langkatoday, sekolah tersebut sudah kosong dan tak aktif selama tiga tahun terakhir karena kekurangan murid. Kondisi ini diduga dimanfaatkan oleh seorang bandar berinisial B untuk menyulap bangunan sekolah menjadi markas penyimpanan alat judi elektronik.

Menanggapi temuan ini, Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Dinas Pendidikan Langkat, M. Fazar Kurniawan, angkat bicara. Saat dikonfirmasi awak media, ia mengaku belum mengetahui sebelumnya dan akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.

Baca Juga:  Dukung Budaya Kerja Digital, Pemkab Langkat Resmi Berlakukan Kebijakan WFH Setiap Jumat

“Terima kasih infonya, akan saya tinjau. Saya akan monitor atas laporannya,” ujar Fazar, dikutip Selasa (29/7).

Sementara itu, Kapolsek Bahorok AKP Tunggul Situmeang juga menyatakan belum mengetahui informasi ini sebelumya. Ia berjanji segera melakukan penyelidikan dengan menurunkan tim reskrim ke lokasi.

“Oh iya, saya baru dapat info. Akan saya perintahkan kanit reskrim lidik dan ungkap kebenaran informasi tersebut,” kata Tunggul.

Baca Juga:  Langkat Masuk Zona Waspada, BMKG Deteksi 48 Titik Panas

Ketika ditanya soal sosok bandar berinisial B yang diduga kuat berada di balik aktivitas ilegal ini, Tunggul belum memberikan banyak komentar.

“Masih kita lidik,” singkatnya.

Kejadian ini memicu kecaman dari masyarakat yang menyayangkan lemahnya pengawasan terhadap aset pendidikan yang terbengkalai. Banyak pihak berharap kasus ini segera diusut tuntas dan aparat bertindak tegas terhadap para pelaku. (rel/anil)

www.domainesia.com
Tutup
www.domainesia.com