Dosen dan Mahasiswa Farmasi IKH Medan Sosialisasikan Penggunaan Antibiotik di Desa Padang Cermin Langkat

- Pewarta

Kamis, 8 Mei 2025 - 15:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

STABAT (Langkatoday) – Institut Kesehatan Helvetia (IKH) Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digelar di Desa Padang Cermin, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis (17/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, dengan mengangkat tema “Sosialisasi Penggunaan Antibiotik yang Rasional dalam Pencegahan Resistensi dan Pemeriksaan Kesehatan”. Tim dosen yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain apt. Lilik Septiana, S.Farm., M.Farm., apt. Elfia Neswita, S.Farm., M.Farm., dan apt. Azzura Ligo, S.Farm., M.Biotek. Mereka juga didampingi oleh sejumlah mahasiswa farmasi yang turut berpartisipasi aktif.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Padang Cermin menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim dari Helvetia dan berharap kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesadaran akan penggunaan obat yang tepat.

Baca Juga:  Dosen Institut Kesehatan Helvetia Edukasi Terapi Kaki untuk Kurangi Edema pada Ibu Hamil dan Lansia di Langkat

“Kami menyambut baik kegiatan ini. Edukasi tentang penggunaan antibiotik yang benar sangat penting, apalagi banyak masyarakat yang masih salah kaprah dalam mengonsumsi obat tanpa resep dokter,” ujar Kepala Desa.

Antibiotik, sebagai obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri, sering kali disalahgunakan. Konsumsi yang tidak tepat — seperti penggunaan untuk infeksi virus atau jamur — justru dapat menyebabkan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Akibatnya, pengobatan menjadi tidak efektif, bahkan dapat meningkatkan risiko kematian, memperlama waktu penyembuhan, dan menambah beban biaya kesehatan.

Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai pentingnya penggunaan antibiotik sesuai dengan petunjuk medis. Dosen Farmasi IKH Medan menjelaskan bahwa resistensi antibiotik banyak disebabkan oleh kurangnya edukasi, penggunaan antibiotik secara sembarangan, serta kesadaran yang rendah terhadap pola hidup sehat.

Baca Juga:  Dosen IKH Medan Perkenalkan Aplikasi Mobile JKN di Kecamatan Wampu Langkat

Selain sosialisasi, kegiatan PKM juga dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula, kolesterol, hingga deteksi awal penyakit degeneratif seperti diabetes dan hipertensi. Hal ini mendapat sambutan antusias dari warga yang hadir.

“Pemeriksaan kesehatan gratis ini adalah bagian dari kontribusi kami dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan deteksi dini, masyarakat bisa lebih waspada terhadap kondisi kesehatannya,” jelas apt. Lilik Septiana.

Institut Kesehatan Helvetia Medan secara penuh mendukung kegiatan ini melalui penyediaan fasilitas, sarana, dan prasarana yang dibutuhkan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Dusun Pemancer, Bapak Sutrisno, yang telah mendukung terlaksananya kegiatan PKM tersebut.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan masyarakat dalam membangun kesadaran serta meningkatkan kualitas hidup warga, khususnya di Kabupaten Langkat.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa Ekonomi Islam UIN Sumut Tembus Publikasi Scopus, Hasilkan 14 Artikel
Prodi Pendidikan IPS STKIP Al Maksum Raih Akreditasi Unggul
Mahasiswi USU Asal Langsa Meninggal, Isu Perundungan Masih Dalam Penelusuran
Mahasiswa UDA Gelar Demo, Soroti Status Akreditasi hingga Dugaan Pungutan Rp2 Juta
Kemdiktisaintek Pulihkan Status STKIP Al Maksum Langkat Usai Evaluasi dan Perbaikan
RCW Desak Aparat Usut Dugaan Penyusutan Lahan Hibah Negara Universitas Amir Hamzah
Ahli Waris Tengku Amir Hamzah Desak Transparansi Yayasan Universitas Amir Hamzah di Tengah Polemik Lahan
Dulu Miliki 25 Hektare, Kini Tinggal Kurang dari 6 Hektare, Lahan Universitas Amir Hamzah Jadi Sorotan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Mahasiswa Ekonomi Islam UIN Sumut Tembus Publikasi Scopus, Hasilkan 14 Artikel

Rabu, 30 September 2026 - 17:56 WIB

Prodi Pendidikan IPS STKIP Al Maksum Raih Akreditasi Unggul

Senin, 28 September 2026 - 13:18 WIB

Mahasiswi USU Asal Langsa Meninggal, Isu Perundungan Masih Dalam Penelusuran

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:12 WIB

Mahasiswa UDA Gelar Demo, Soroti Status Akreditasi hingga Dugaan Pungutan Rp2 Juta

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:39 WIB

Kemdiktisaintek Pulihkan Status STKIP Al Maksum Langkat Usai Evaluasi dan Perbaikan

Terbaru