Menko PMK: Kapital Paling Berharga Adalah Manusia, Bukan Sekadar Angka

- Pewarta

Sabtu, 12 Juli 2025 - 14:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

JAKARTA (Langkatoday) – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa manusia adalah kapital paling berharga dalam pembangunan bangsa.

Ia menggarisbawahi bahwa pembangunan seharusnya berpijak pada kualitas hidup rakyat, bukan semata pada angka atau infrastruktur fisik.

Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan pada peluncuran Desain Besar Pembangunan Kependudukan (DBPK) Tahun 2025–2045, di Kantor Bappenas, Jakarta, pada Jumat (11/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Harta yang paling berharga adalah keluarga. Kapital yang paling berharga adalah manusia, human capital. Aset negara yang paling berharga adalah kualitas hidup rakyatnya,” ujar Pratikno.

Baca Juga:  Mengapa Harga Rumah Terus Naik? 6 Faktor Ini Penyebabnya

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa saat ini Indonesia berada di puncak bonus demografi. Kondisi ini, menurutnya, hanya berlangsung dalam periode singkat dan harus dimanfaatkan secara optimal agar menjadi dividen pembangunan.

Pratikno menjelaskan konversi bonus demografi menjadi dividen pembangunan harus dijalankan secara menyeluruh dan lintas sektor. Strategi tersebut mencakup tiga dimensi utama: kesejahteraan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan keberlanjutan lingkungan.

Mantan Mensesneg itu menekankan pentingnya pembangunan manusia sebagai fondasi dari kemajuan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kita perlu menyiapkan angkatan kerja yang terampil dan produktif, agar mampu menopang pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Pratikno.

Baca Juga:  BGN: Program MBG Sukarela, Sekolah Tak Wajib Terima

Selain itu, ia mengingatkan bahwa menjaga struktur usia penduduk yang seimbang menjadi krusial. Mulai dari memastikan generasi muda tumbuh sehat dan cerdas, hingga menjamin kelompok lanjut usia tetap sehat dan produktif.

Adapun, Pratikno juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan agar tidak terjadi tekanan berlebih di wilayah urban, sekaligus memperkuat pembangunan pedesaan.

“Di era bonus demografi ini, kita memang harus kerja keras betul. Kita jaga bersama agar momentum ini betul-betul bisa kita ubah menjadi dividen pembangunan yang tumbuh secara berkelanjutan dan berkeadilan,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Soal Asap Kebakaran Hutan, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Kebakaran Hutan
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Kebakaran Hutan, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Terbaru