Polisi Tabrak Nenek di Medan, Polda Sumut Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan

- Pewarta

Kamis, 17 Juli 2025 - 22:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

MEDAN (Langkatoday) – Dua personel Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara (Sumut) terlibat insiden tabrakan dengan seorang nenek bernama Rodiah (70) di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Kamis (17/7) pagi. Akibat kejadian ini, korban mengalami luka di bagian kepala dan kaki.

Polda Sumut melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kombes Ferry Walintukan menyampaikan permohonan maaf kepada korban, keluarga, dan masyarakat atas insiden yang terjadi.

“Kami dari pihak Polda Sumut mohon maaf kepada yang bersangkutan (korban), dari keluarga ibu R atas apa yang terjadi, atas insiden yang tidak diharapkan. Kami juga minta maaf ke masyarakat atas terhambatnya lalu lintas tadi pagi,” ujar Kombes Ferry.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan

Saat ini, Rodiah sedang menjalani perawatan di RS Mitra Medika Jalan Sisingamangaraja. Kombes Ferry menegaskan bahwa Polda Sumut akan bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya pengobatan dan memberikan santunan kepada korban.

“Saat ini ibu dirawat di RS Mitra Medika dan kami pihak Polda Sumut yang akan membiayai pengobatan dan santunan,” jelasnya.

Baca Juga:  Penutupan 8 Bandara Terdampak Abu Anak Krakatau Kembali Diperpanjang

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 10.15 WIB. Dua personel PJR yang terlibat adalah Bripda RS dan Bripda AD. Menurut Kombes Ferry, peristiwa bermula ketika Rodiah hendak menyeberang dari arah Sekolah Parulian menuju RS Mitra Medika. Namun, sesampainya di pembatas jalan, nenek tersebut mengurungkan niatnya dan memutuskan untuk kembali ke lokasi awal.

Kombes Ferry menjelaskan, pada saat kejadian, motor patroli yang dikendarai Bripda RS dan Bripda AD melaju di belakang sebuah truk. Bripda RS yang berada di depan disebut tidak melihat korban karena pandangannya terhalang oleh pohon di median jalan.

“Kemungkinan yang kami lihat bahwa setelah truk itu melaju, ibu itu mau menyeberang, memang ibu itu di belakang pohon, jadi tidak terlihat oleh personel kami. Tahu-tahu ibu itu langsung berlari, jadi langsung keluar dari pohon itu setelah truk melaju. Jadi, personel kami yang sedang patroli di belakang mobil truk itu secara mendadak akhirnya Bripda RS membuang (motornya) ke kanan,” terang Ferry.

Kombes Ferry juga membantah bahwa personelnya menabrak korban, melainkan hanya bersenggolan. Rodiah disebut terkena bagian boks belakang motor patroli yang dikemudikan Bripda RS saat personel tersebut banting setir ke kanan untuk menghindar. Sementara itu, motor patroli yang dikemudikan Bripda AD membuang ke kiri untuk menghindari korban.

Baca Juga:  Banjir Rendam Besitang, Ratusan KK Terdampak dan Jalinsum Medan–Aceh Terganggu

“Ibu itu terkena di boks belakang, jadi tidak menabrak, hanya bersenggolan, tapi efek dia (Bripda RS) belok langsung ke kanan, menghindar ke kanan. Jadi, terkena boks belakang dari motor patroli kami, yang dikemudikan oleh Bripda RS. Kendaraan patroli satu lagi yang dikemudikan oleh Bripda AD itu dia membuang ke kiri untuk menghindar dari menabrak yang bersangkutan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kecepatan motor patroli saat itu diperkirakan antara 40-60 km/jam, yang merupakan kecepatan rutin patroli di Jalan Sisingamangaraja. Meski demikian, kepolisian akan mendalami lebih lanjut apakah ada dugaan kelalaian dari kedua personel dalam insiden ini.

“Untuk patroli rutin di Sisingamangaraja itu 40-60 (km/jam). Jadi, anggota kecepatannya seperti itu. Iya (selidiki dugaan kelalaian), jika ada motif motif lainnya maka akan kami dalami,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gagal Menanjak di Jembatan Wampu Stabat, Kontainer Bermuatan 20 Ton Besi Terbalik
AQI Stabat Melonjak ke 204, Kabut Selimuti Alun-Alun Tengku Amir Hamzah
Sebaran Asap Terdeteksi di Wilayah Sumut, Jarak Pandang Turun hingga 1 Kilometer
Banjir Rendam Besitang, Ratusan KK Terdampak dan Jalinsum Medan–Aceh Terganggu
Konten Kreator Langkat ini Minta Plt Bupati Sidak Desa Sekoci
Alat Pengaspalan Rusak, Jalan Gebang-Hinai Belum Diaspal hingga 2 Oktober
Puting Beliung Tewaskan Warga di Sawit Seberang, Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Langkat
Toko ERIS Fashion Stabat Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp1 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Gagal Menanjak di Jembatan Wampu Stabat, Kontainer Bermuatan 20 Ton Besi Terbalik

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:39 WIB

AQI Stabat Melonjak ke 204, Kabut Selimuti Alun-Alun Tengku Amir Hamzah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Sebaran Asap Terdeteksi di Wilayah Sumut, Jarak Pandang Turun hingga 1 Kilometer

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Banjir Rendam Besitang, Ratusan KK Terdampak dan Jalinsum Medan–Aceh Terganggu

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Konten Kreator Langkat ini Minta Plt Bupati Sidak Desa Sekoci

Terbaru

Nasional

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Okt 2026 - 14:00 WIB

Nasional

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Senin, 19 Okt 2026 - 13:53 WIB

Sajian Khusus

33 Ribu Orang Menganggur di Langkat, Lulusan SMA Terbesar

Minggu, 18 Okt 2026 - 08:50 WIB