Dosen dan Mahasiswa IKH Medan Laksanakan Sosialisasi Pemberdayaan IRT di Apotek Varia Medan

- Pewarta

Kamis, 19 Desember 2024 - 15:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Foto bersama Dosen Institut Kesehatan Helvetia Medan dan pemilik sarana Apotek serta sebagai apoteker penanggungjawab Apotek Varia Medan, Sumatera Utara, Kamis (19/12/2024)

MEDAN (Langkatoday) – Dosen dan Mahasiswa Farmasi Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Helvetia Medan (IKH Medan) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Apotek Varia Medan, Sumatera Utara, Kamis (19/12/2024)

Pada kegiatan bertema tentang “Sosialisasi Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga dalam Pembuatan Probiotik sebagai Alternatif Pengobatan Alami di Apotek Varia Medan 2024” pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen yang beranggotakan apt. Putri Tri Hartini, S.Farm.,M.Farm, apt. Nabila, S.Farm.,M.Farm dan apt. Sry Ulina Karo-Karo, S.Farm.,M.Farm.

Pada kegiatan tersebut, para ibu rumah tangga yang berada di apotek tersebut sangat antusias dalam memperhatikan paparan sosialiasi pembuatan probiotik alami untuk pemberdayaan Ibu Rumah Tangga (IRT).

Pemilik apotek tersebut dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat membawa dampak posifit bagi pengunjung Apotek Varia khususnya ibu rumah tangga sebagai pemberdayaan pembuatan probiotik alami tersebut.

“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan pihak kampus IKH Medan, semoga kegiatan ini berdampak positif bagi pengunjung Apotek Varia kedepannya terutama bagi ibu rumah tangga dalam hal pembuatan probiotik alami ini,” kata Ibu apt. Mandike Ginting, S.Si.,M.Si.

Baca Juga:  Sambut Hari Jadi Langkat ke-275, Siswa SD Negeri 055995 Sidomulyo Kunjungi Tempat Bersejarah di Langkat

Kesehatan manusia semakin menjadi perhatian utama di seluruh dunia, terutama dengan semakin maraknya masalah kesehatan yang berkaitan dengan pola makan yang buruk, tingkat stres yang tinggi, dan pola hidup yang tidak sehat. 

Salah satu sistem tubuh yang paling sering terpengaruh oleh faktor-faktor tersebut adalah sistem pencernaan. Gangguan pada sistem pencernaan, seperti diare, konstipasi, dan gangguan metabolik, sering kali menjadi masalah yang membebani masyarakat, terutama di negara berkembang.

Banyak orang yang mencari alternatif pengobatan alami untuk mengatasi masalah tersebut karena kekhawatiran terhadap efek samping obat-obatan kimia. Banyak masyarakat yang beralih kepada pengobatan alami untuk menjaga kesehatan tubuh dan memperbaiki fungsi organ secara keseluruhan.

Salah satu alternatif yang semakin populer adalah probiotik, mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh, terutama dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan. Namun, kendala yang muncul adalah pengetahuan dan keterampilan dalam membuat probiotik secara mandiri di rumah.

Probiotik yang tersedia di pasar sering kali lebih mahal dan kurang terjangkau oleh sebagian besar masyarakat, terutama bagi kalangan ibu rumah tangga yang menginginkan solusi pengobatan alami dan ekonomis.

Baca Juga:  Resmi, UAH jadi Dosen Tetap di UPI

Permasalahan utama yang dihadapi oleh ibu rumah tangga adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan probiotik yang berkualitas. Kebanyakan ibu rumah tangga belum tahu tentang manfaat dan cara pembuatan probiotik secara sederhana dari bahan-bahan alami yang mudah didapatkan di sekitar rumah, seperti tempe, sayuran, dan buah-buahan.

Di sisi lain, gaya hidup yang sibuk seringkali menjadi penghalang bagi mereka untuk mencari alternatif kesehatan yang lebih alami dan efektif. Selain itu, kurangnya akses ke informasi yang tepat mengenai cara membuat probiotik serta keuntungan jangka panjang dari penggunaan probiotik alami menjadi salah satu alasan mengapa pengobatan alami belum banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan ibu rumah tangga.

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi pemberdayaan ibu rumah tangga dengan mengajarkan cara pembuatan probiotik sebagai alternatif pengobatan alami. Serta untuk memberikan pengetahuan dasar mengenai manfaat probiotik bagi kesehatan, cara kerja mikroorganisme dalam saluran pencernaan, serta bagaimana cara membuat probiotik dengan bahan-bahan sederhana yang ada di sekitar rumah.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prodi Pendidikan IPS STKIP Al Maksum Raih Akreditasi Unggul
Hari Pramuka ke-65, Tiorita Ajak Generasi Muda Bangun Budaya Produktif
Mahasiswi USU Asal Langsa Meninggal, Isu Perundungan Masih Dalam Penelusuran
IKA Unpad Dorong Beasiswa, Koperasi Masjid hingga Penguatan Infrastruktur Kampus
103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan
Mahasiswa UDA Gelar Demo, Soroti Status Akreditasi hingga Dugaan Pungutan Rp2 Juta
Wajah Baru SMAN 21 Medan: Di Bawah Komando Teti Dian Sari, dari Benahi Sanitasi Hingga Buka Kelas Unggulan
Kemdiktisaintek Pulihkan Status STKIP Al Maksum Langkat Usai Evaluasi dan Perbaikan

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 17:56 WIB

Prodi Pendidikan IPS STKIP Al Maksum Raih Akreditasi Unggul

Senin, 28 September 2026 - 16:37 WIB

Hari Pramuka ke-65, Tiorita Ajak Generasi Muda Bangun Budaya Produktif

Senin, 28 September 2026 - 13:18 WIB

Mahasiswi USU Asal Langsa Meninggal, Isu Perundungan Masih Dalam Penelusuran

Senin, 28 September 2026 - 03:14 WIB

IKA Unpad Dorong Beasiswa, Koperasi Masjid hingga Penguatan Infrastruktur Kampus

Kamis, 3 September 2026 - 11:57 WIB

103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan

Terbaru