Hamas Ingin berunding dengan Indonesia, Kemenlu Pilih Menolak

- Pewarta

Selasa, 4 Februari 2025 - 22:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

JAKARTA (Langkatoday) – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyatakan, pemerintah Indonesia hanya berkomunikasi secara resmi dengan Palestinian National Authority (PA) yang menjadi pemegang otoritas pemerintahan Palestina. Pernyataan itu muncul setelah beredar berita, kelompok Palestina Hamas ingin berunding dengan Indonesia.

Hal itu untuk menampung para tahanan Palestina yang dibebaskan oleh Israel. “Hingga saat ini, tidak ada komunikasi resmi melalui jalur diplomatik antara Indonesia dan pihak terkait mengenai isu tersebut,” kata Juru Bicara Kemenlu RI Rolliansyah Soemirat melalui pesan singkat di Jakarta, Selasa (4/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, Arab News mengutip The Quds Press melaporkan, Pakistan adalah salah satu negara yang setuju untuk menampung tahanan Palestina yang dibebaskan oleh Zionis Israel berdasarkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Menurut laporan tersebut, negara yang setuju untuk menampung tahanan Palestina setelah kesepakatan gencatan senjata adalah Turki, Qatar, Pakistan dan Malaysia.

Baca Juga:  Budi Arie Makin Terjepit, Rekrut Mafia Judi Online jadi Karyawan Komdigi Tanpa Ijazah

Mereka juga melaporkan bahwa Hamas juga berunding dengan Indonesia dan Aljazair untuk menampung para tahanan Palestina. Sementara Tunisia menolak untuk menampung para tahanan itu.

Sebelumnya, perjanjian gencatan senjata antara kelompok Palestina Hamas dan Israel disepakati di Jalur Gaza pada 19 Januari 2025 untuk menghentikan perang. Adapun genosida yang dilakukan Israel telah menyebabkan kerusakan luas dan membuat daerah kantong itu dalam reruntuhan.

Sebelumnya, Arab News mengutip The Quds Press melaporkan, Pakistan adalah salah satu negara yang setuju untuk menampung tahanan Palestina yang dibebaskan oleh Zionis Israel berdasarkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Menurut laporan tersebut, negara yang setuju untuk menampung tahanan Palestina setelah kesepakatan gencatan senjata adalah Turki, Qatar, Pakistan dan Malaysia.

Baca Juga:  Balap Liar di KIM, Dua Remaja Tewas di Tempat

Mereka juga melaporkan bahwa Hamas juga berunding dengan Indonesia dan Aljazair untuk menampung para tahanan Palestina. Sementara Tunisia menolak untuk menampung para tahanan itu.

Sebelumnya, perjanjian gencatan senjata antara kelompok Palestina Hamas dan Israel disepakati di Jalur Gaza pada 19 Januari 2025 untuk menghentikan perang. Adapun genosida yang dilakukan Israel telah menyebabkan kerusakan luas dan membuat daerah kantong itu dalam reruntuhan. (*)

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Penembakan Wadan Koti PP di Deli Serdang, Polda Sumut Tangkap Tiga Terduga Pelaku
Anggaran Listrik PJU Langkat Rp50 Miliar Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Kadishub
Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI
Anggota DPR Khawatir Penghentian MBG Saat PJJ Ganggu Asupan Gizi Siswa
HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal
Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Penembakan Wadan Koti PP di Deli Serdang, Polda Sumut Tangkap Tiga Terduga Pelaku

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Anggaran Listrik PJU Langkat Rp50 Miliar Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Kadishub

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Anggota DPR Khawatir Penghentian MBG Saat PJJ Ganggu Asupan Gizi Siswa

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:10 WIB

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal

Terbaru