Rocky Gerung: TNI Kawal Kantor Kejaksaan Tanda Situasi Darurat

- Pewarta

Kamis, 15 Mei 2025 - 12:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

JAKARTA (Langkatoday) – Penugasan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengamankan Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) di seluruh wilayah Indonesia sebagai isyarat bahwa negara tengah menghadapi situasi darurat dalam pemberantasan korupsi.

Menurut pengamat politik Rocky Gerung, meski langkah ini menuai kontroversi dan menimbulkan keresahan publik, kehadiran militer bisa dipahami jika dalam kedaruratan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kehadiran TNI jaga kantor Kejaksaan itu ikut meresahkan karena banyak kemudian menganggap bahwa ia bukan fungsi TNI di situ,” kata Rocky lewat kanal YouTube miliknya, Kamis (15/5).

Baca Juga:  Zulhas Buka Rekrutmen 35 Ribu Lowongan untuk Koperasi Merah Putih, Status Pegawai BUMN

Menurut Rocky, munculnya TNI dalam skema pengamanan Kejaksaan bisa menjadi indikator bahwa ada persoalan besar yang ingin segera ditangani oleh pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto.

Akademisi yang akrab disapa RG itu menyebut, langkah ini bisa dimaknai sebagai upaya mempercepat agenda bersih-bersih negara yang selama ini mandek.

“Bahwa dalam proses penentuan kedaruratan itu bisa saja ada kepentingan kelompok elite tertentu, itu soal lain. Tapi naluri publik sekarang menginginkan percepatan,” kata Rocky.

Rocky lantas mengkritik pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo yang sebelumnya berulang kali menyatakan komitmen terhadap pemberantasan korupsi, namun justru diikuti oleh memburuknya indeks persepsi korupsi..

Baca Juga:  Viral, Kurs Dolar Anjlok ke Rp8.170, Prabowo Effect?

Bahkan, dalam sebuah laporan internasional, Jokowi disebut sebagai salah satu “koruptor terbaik” oleh Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).

Dengan konteks tersebut, Rocky mengajak publik untuk menilai langkah Prabowo menempatkan TNI di titik-titik strategis sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak masyarakat.

“Ini langkah baru yang sangat kontroversial tetapi mesti diperlihatkan atau dalam bahasa satire saya katakan, air keruh itu memang mesti diaduk-aduk supaya terlihat nanti atau siapa, apa yang ngambang, setelah air keruh diaduk presiden,” pungkasnya. (rel)

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal
Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Respons Aspirasi Warga, Pemkab Langkat Pastikan Perbaikan Jalan di Kecamatan Binjai Masuki Tahapan Tender
Tiorita Dorong Perbaikan Tanggul Paya Bunder, Tim Provinsi Turun Survei
Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:10 WIB

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB