Majelis Taklim Al Haura Sumut Dukung Gerakan “GASS POL Tolak Judol”, Ajak Kaum Ibu Jadi Benteng Keluarga

- Pewarta

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Ketua Majelis taklim dan dzikir Al Haura Ernawati Sitepu (baju merah) diabadikan saat bersama walikota Medan dan Mentri komdigi RI

Ketua Majelis taklim dan dzikir Al Haura Ernawati Sitepu (baju merah) diabadikan saat bersama walikota Medan dan Mentri komdigi RI

Medan, Langkatoday.com – Ketua Umum Majelis Taklim dan Dzikir Al Haura Sumatera Utara, Ernawati Sitepu, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam memberantas praktik judi online di Indonesia.

Menurut Ernawati, gerakan penolakan judi online harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat, terutama kaum ibu yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan keluarga.

“Kami mendukung penuh upaya Ibu Menkomdigi untuk membebaskan masyarakat Indonesia dari judi online. Kaum ibu harus menjadi benteng dan garda terdepan dalam pencegahan. Semboyan ‘GASS POL Tolak Judol – Jauhi Judol, Anak Medan Pilih Masa Depan, Bukan Judi Online’ sangat tepat,” ujar Ernawati Sitepu di Medan, Jumat (15/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengaku prihatin atas tingginya angka masyarakat yang terpapar judi online, termasuk anak-anak. Ernawati menyinggung pernyataan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, yang sebelumnya mengungkapkan hampir 200 ribu anak Indonesia telah terdampak judi online, termasuk sekitar 80 ribu anak berusia di bawah 10 tahun.

Baca Juga:  Komplotan "Ternak Akun" Judi Online di Bantul Ditangkap, Diduga Rugikan Bandar

“Angka ini menjadi alarm serius bagi masa depan generasi bangsa. Karena itu kami di majelis taklim tidak akan bosan menyampaikan bahaya judi online dalam setiap kegiatan pengajian,” katanya.

Menurut Ernawati, judi online bukan sekadar permainan digital, tetapi telah menjadi ancaman sosial yang dapat merusak ekonomi keluarga, memicu konflik rumah tangga, hingga menghancurkan masa depan anak-anak.

“Judi online adalah scam yang membuat pemain hampir selalu kalah dalam jangka panjang. Karena itu kita semua harus menjadi garda edukasi dan saling mengingatkan agar keluarga kita tidak terjerumus,” tegasnya.

Ia juga menilai pemberantasan judi online tidak cukup hanya melalui penutupan situs maupun penegakan hukum, tetapi harus dibarengi dengan penguatan literasi digital dan keterlibatan aktif masyarakat.

Baca Juga:  Konten Judi Online Muncul di Domain UNIMED, Keamanan Digital Kampus Dipertanyakan

Ernawati menyoroti masih maraknya iklan judi online di berbagai platform media sosial yang dinilai agresif menyasar pengguna internet di Indonesia.

“Walaupun pemerintah sudah meminta platform media sosial lebih tegas menurunkan konten judi online, kenyataannya sampai sekarang masih banyak yang beredar. Semua pihak harus punya tanggung jawab moral yang sama,” ujarnya.

Ia menegaskan, peran tokoh agama, tokoh masyarakat, komunitas, hingga keluarga sangat penting dalam membangun budaya anti-judi online di tengah masyarakat.

“Terutama para ibu, jadilah benteng utama di rumah. Lindungi anak-anak kita dari bahaya judi online sejak dini. Tolak judol, jaga keluarga, selamatkan masa depan anak,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penembakan Wadan Koti PP di Deli Serdang, Polda Sumut Tangkap Tiga Terduga Pelaku
Safari Pers TNI AL di Kodaeral I, Waaspers Kasal Tinjau Fasilitas Kesehatan dan Barakuda
Batam dan Sekitarnya Blackout, Pasokan Air Bersih dan Internet Terganggu
Bobby Nasution Mengaku Pernah Dimintai Uang Oknum Jaksa, Kejati Sumut Benarkan Ada Dua Jaksa Disanksi
Hermawan Merasa Dikhianati, Muscab PPP Medan Disorot: Calon Tunggal Tersingkir, Nama Baru Muncul
Viral! Kondisi Memprihatinkan Mobil Dinas Berplat Merah di Binjai Picu Sorotan Warganet
IKA Unpad Dorong Beasiswa, Koperasi Masjid hingga Penguatan Infrastruktur Kampus
Nama Bripka Agus Ginta Meiro Beredar Usai Video Polisi Diduga Ejek Pendemo Viral

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Penembakan Wadan Koti PP di Deli Serdang, Polda Sumut Tangkap Tiga Terduga Pelaku

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Safari Pers TNI AL di Kodaeral I, Waaspers Kasal Tinjau Fasilitas Kesehatan dan Barakuda

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Batam dan Sekitarnya Blackout, Pasokan Air Bersih dan Internet Terganggu

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:29 WIB

Bobby Nasution Mengaku Pernah Dimintai Uang Oknum Jaksa, Kejati Sumut Benarkan Ada Dua Jaksa Disanksi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Hermawan Merasa Dikhianati, Muscab PPP Medan Disorot: Calon Tunggal Tersingkir, Nama Baru Muncul

Terbaru