Timur Tengah Memanas, Aliansi Negara Teluk Siap Balas Serangan Drone dan Rudal Iran

- Pewarta

Senin, 2 Maret 2026 - 10:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Republik Islam Iran melancarkan rentetan serangan rudal dan drone ke berbagai negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Meski Teheran mengklaim target utamanya adalah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan, laporan lapangan menunjukkan serangan tersebut turut menyasar fasilitas sipil dan pemukiman di Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Arab Saudi, Oman, Qatar, hingga Kuwait.

Pada Ahad (1/3), Arab Saudi berhasil menggagalkan upaya serangan yang mengarah ke jantung ibu kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sistem pertahanan udara kerajaan mencegat rudal Iran yang menargetkan Bandara Internasional Riyadh dan Pangkalan Udara Pangeran Sultan.

“Pencegatan berhasil dilakukan pada sore hari tanpa mengganggu navigasi penerbangan maupun menimbulkan korban jiwa,” ujar seorang sumber pejabat Teluk kepada AFP.

Merespons agresi Iran, para menteri luar negeri GCC menggelar pertemuan darurat luar biasa ke-50 secara virtual.

Baca Juga:  AS menyalahkan Rusia atas jatuhnya pesawat tak berawak di Laut Hitam, Moskow menyangkal

Dalam pernyataan resminya, GCC mengutuk keras pelanggaran kedaulatan yang dilakukan Iran.

Mereka menegaskan bahwa keamanan negara-negara Teluk adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Ketua Dewan Menteri GCC, Dr. Abdullatif bin Rashid Al Zayani, menegaskan bahwa negara-negara Teluk kini memiliki landasan hukum untuk melakukan aksi balasan.

Eskalasi ini menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu lalu.

“Kami memiliki hak legal untuk merespons sesuai Pasal 51 Piagam PBB mengenai hak bela diri, baik secara individu maupun kolektif. GCC akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi wilayah dan warga negara kami,” tegas Al Zayani seperti diberitakan Arab News.

Menteri Luar Negeri negara anggota GCC menggelar pertemuan darurat luar biasa ke-50 secara virtual. (GCC/ Arab News)

Pihak GCC menyayangkan sikap Iran yang tetap melancarkan serangan ke wilayah mereka.

Baca Juga:  Israel Jalani Malam yang Sulit: 2 Kota Hancur Dihantam Rudal Balistik Iran, Ratusan Orang jadi Korban

Sebab, mereka telah memberikan jaminan diplomatik bahwa wilayahnya tidak akan digunakan oleh AS untuk menyerang Iran.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam wawancaranya dengan Al Jazeera menyatakan bahwa pembunuhan Khamenei adalah tindakan “berbahaya dan tanpa preseden.”

Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan mengenal batas dalam membela diri.

“Angkatan bersenjata kami mengambil tindakan pembalasan terhadap target musuh secara independen. Kami mampu membela diri tanpa bantuan pihak luar,” ujar Araghchi dikutip PressTV.

Ia mengklaim bahwa Teheran tidak berniat menjadikan negara tetangga sebagai target.

Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Serangan yang meluas ini kini mengancam stabilitas pasar energi global dan jalur navigasi maritim di Teluk.

GCC menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil sikap tegas guna mencegah kehancuran total di kawasan yang menjadi pilar ekonomi dunia tersebut

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode
Gibranisti Sebut Desakan Pemakzulan Gibran sebagai Kejahatan Politik
Hermawan Merasa Dikhianati, Muscab PPP Medan Disorot: Calon Tunggal Tersingkir, Nama Baru Muncul
Rocky Gerung Tantang Pengkritiknya soal Wantimpres: Tunggu 10 Tahun, Kalian Bakal Minta Maaf!

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:14 WIB

Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:18 WIB

PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB