Medan, Langkatoday.com – Ancaman hipertensi dan diabetes pada masa kehamilan (diabetes gestasional) menjadi perhatian serius tim akademisi. Guna menekan risiko tersebut, tim dosen dari Institut Kesehatan Helvetia (IKH) Medan terjun langsung ke Desa Lidah Tanah, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai, untuk memberikan edukasi kesehatan, Selasa (17/2).
Berbeda dengan penyuluhan biasa, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini menonjolkan pemanfaatan bahan pangan lokal, yakni kurkumin yang terkandung dalam kunyit, sebagai solusi alami pendukung kesehatan ibu hamil.

Rahasia Kunyit untuk Pembuluh Darah dan Insulin
Ketua tim pengabdian, Siti Aisyah, SST., Bd., M.K.M, menjelaskan bahwa kurkumin memiliki senyawa aktif antiinflamasi dan antioksidan yang sangat kuat. Selama kehamilan, tubuh ibu rentan mengalami stres oksidatif yang memicu gangguan tekanan darah.
“Kurkumin bekerja membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. Hal ini sangat penting untuk mencegah diabetes gestasional, di mana tubuh ibu sering kali kesulitan mengelola kadar gula darah karena perubahan hormon,” jelas Siti Aisyah di hadapan para peserta yang antusias.
Demo Masak Sehat: Ubah Bumbu Dapur Jadi Nutrisi
Tak hanya memberikan teori, tim yang beranggotakan Bd. Aida Fitria, SST., M.Kes dan Bd. Novy Ramini, S.Keb., M.Keb ini juga melakukan pemeriksaan kesehatan gratis berupa cek tekanan darah dan wawancara medis.
Acara puncaknya adalah demonstrasi pengolahan kunyit menjadi menu sehat harian. Tujuannya agar para ibu tidak hanya tahu manfaatnya, tapi juga mahir mengolahnya di rumah dengan cara yang benar tanpa merusak kandungan nutrisinya. Selain menjaga metabolisme, kunyit juga diketahui efektif memperbaiki pencernaan dan meningkatkan nafsu makan ibu hamil.
Antusiasme Tinggi dan Harapan Berkelanjutan
Para ibu hamil di Desa Lidah Tanah menyambut baik inovasi ini. Banyak dari mereka mengaku baru mengetahui bahwa bumbu dapur sederhana seperti kunyit memiliki peran besar dalam mencegah komplikasi kehamilan yang mematikan.
“Kami berharap edukasi ini bisa diterapkan sehari-hari. Kerja sama antara tenaga kesehatan, kader posyandu, dan warga sangat diperlukan agar upaya preventif seperti ini terus berlanjut,” tambah Siti Aisyah.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen dari para peserta untuk lebih selektif dalam memilih pola makan guna mewujudkan kehamilan yang sehat dan persalinan yang aman.
.png)





