www.domainesia.com
Politik

Amien Rais Soroti Kesehatan Jokowi: “Merosot karena Tertekan Isu Ijazah Palsu”

Tim Langkatoday
997
×

Amien Rais Soroti Kesehatan Jokowi: “Merosot karena Tertekan Isu Ijazah Palsu”

Sebarkan artikel ini
channel whastapp langkatoday

Solo, Langkatoday.com – Kondisi kesehatan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pasca-purna tugas pada Oktober 2024 lalu kembali menjadi perbincangan. Kali ini, Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, mengeklaim bahwa kesehatan Jokowi mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Dalam pernyataannya melalui kanal YouTube Amien Rais Official, Rabu (11/2), tokoh reformasi ini menilai kondisi fisik Jokowi yang belum kunjung fit dipicu oleh beban pikiran atas berbagai kasus hukum dan sosial yang menderanya.

Beban Masalah di Luar Kemampuan

Amien Rais mengamati adanya kemerosotan kesehatan yang konsisten pada diri Jokowi sejak meninggalkan Istana Kepresidenan. Ia berpendapat bahwa masalah-masalah yang muncul setelah masa jabatan berakhir memberikan tekanan psikologis yang sangat berat.

“Ada beberapa kasus besar yang dihadapi Jokowi yang berada di luar kemampuannya sebagai manusia biasa,” ujar Amien Rais dalam video singkatnya.

Isu Ijazah Sebagai Tekanan Moral

Lebih spesifik, Amien Rais menunjuk isu dugaan ijazah palsu sebagai salah satu faktor utama yang menguras energi dan pikiran mantan kepala negara tersebut. Menurutnya, tudingan-tudingan yang berkembang di publik telah memberikan dampak moral yang menghimpit.

“Isu ijazah palsunya sangat memojokkan Jokowi dan telah menghempaskannya. Isu ini membuatnya dicap sebagai penipu di mata sebagian pihak, dan itu tekanan yang sangat berat,” tambahnya.

Klaim yang Belum Terkonfirmasi

Meskipun Amien Rais memberikan analisis kesehatan tersebut, sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga Jokowi maupun tim medis terkait kondisi kesehatan sang mantan Presiden yang menetap di Solo tersebut.

Pernyataan Amien Rais ini muncul di tengah bergulirnya kembali sengketa informasi ijazah Jokowi di Komisi Informasi Pusat (KIP) dan berbagai gugatan hukum yang dilakukan oleh sejumlah pihak terhadap keabsahan dokumen pendidikan miliknya.