Dosen Institut Kesehatan Helvetia Edukasi Siswa SMKS YWKA Medan Terkait Inovasi Kimia Berkelanjutan

- Kontributor

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Medan, Langkatoday.com – Tim Pengabdian Masyarakat dari Institut Kesehatan Helvetia yang dipimpin oleh Dr. Mayang Sari, ST., M.Si dan Shaflina Izar, S.Pd., M.Si, sukses melaksanakan program edukasi bertajuk “Pengenalan Hidrolisis Selulosa dan Hidrogenasi Glukosa” di SMKS YWKA Medan, Pulo Brayan Bengkel Baru, Kec. Medan Timur, pada Rabu (14/01).

Kegiatan dilakukan secara rutin oleh dosen Institut Kesehatan Helvetia sebagai kinerja wajib yang harus dilakukan sebagai Tri Dharma Perguruan Tinggi salah satunya adalah Pengabdian Masyrakat selain Pengajaran dan Penelitian.

Transformasi Limbah Menjadi Produk Farmasi

Dalam paparannya, Dr. Mayang Sari menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi biomassa yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Beliau menekankan pentingnya proses Hidrolisis Selulosa, yakni teknik memecah serat tumbuhan menjadi glukosa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar energi maupun industri kimia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendalaman mengenai Hidrogenasi Glukosa yang merupakan proses  mengubah glukosa menjadi sorbitol, senyawa yang memiliki peran vital dalam industri kesehatan dan pangan, selaras dengan profil Institut Kesehatan Helvetia sebagai lembaga yang berfokus pada kesehatan.

Mendorong Minat Riset Siswa

Program ini disambut antusias oleh para siswa SMKS YWKA Medan. Interaksi dua arah terjadi saat simulasi materi diberikan, di mana siswa diajak untuk melihat peluang wirausaha berbasis teknologi kimia (technopreneurship).

“Edukasi ini diharapkan mampu membuka cakrawala siswa bahwa kimia bukan sekadar teori di papan tulis, melainkan solusi untuk menciptakan kemandirian bahan baku industri di masa depan,” ujar Dr. Mayang Sari di sela-sela kegiatan.

Ikuti WhatsApp Channel Langkatoday Follow

Berita Terkait

Kunjungi Ponpes Ibadurrahman, Bobby Nasution dan Tiorita Beri Beasiswa untuk Santri
Peneliti Temukan DNA Parasit Malaria Monyet pada Nyamuk di Langkat, Ini Hasil Studi Terbarunya
MA Nyatakan Suket Gibran Tidak Sah, Denny Indrayana: Mas Gibran Mundur Deh
Vina dari Langkat Kuliah ke Al-Azhar Mesir, Pemkab Beri Bantuan Rp35 Juta
Kepala BGN Sudaryono Usul MBG Dijadikan Mata Pelajaran Wajib Seperti Penjaskes
Kualitas Udara Stabat Membaik, Warga Bisa Kembali Nikmati Kopi Santai di Warkop
PC HIMMAH Langkat Buka LKD, Dikky Wahyudi Dorong Lahirnya Kader Intelektual dan Berintegritas
Dokter Muda Ini Sentil Plt Bupati Langkat Soal Jalan Rusak dan ISPA

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 22:14 WIB

Kunjungi Ponpes Ibadurrahman, Bobby Nasution dan Tiorita Beri Beasiswa untuk Santri

Selasa, 3 November 2026 - 04:34 WIB

Peneliti Temukan DNA Parasit Malaria Monyet pada Nyamuk di Langkat, Ini Hasil Studi Terbarunya

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:10 WIB

MA Nyatakan Suket Gibran Tidak Sah, Denny Indrayana: Mas Gibran Mundur Deh

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Vina dari Langkat Kuliah ke Al-Azhar Mesir, Pemkab Beri Bantuan Rp35 Juta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Kepala BGN Sudaryono Usul MBG Dijadikan Mata Pelajaran Wajib Seperti Penjaskes

Terbaru

Chat via WhatsApp