Medan, Langkatoday.com – Tim Pengabdian Masyarakat dari Institut Kesehatan Helvetia yang dipimpin oleh Dr. Mayang Sari, ST., M.Si dan Shaflina Izar, S.Pd., M.Si, sukses melaksanakan program edukasi bertajuk “Pengenalan Hidrolisis Selulosa dan Hidrogenasi Glukosa” di SMKS YWKA Medan, Pulo Brayan Bengkel Baru, Kec. Medan Timur, pada Rabu (14/01).
Kegiatan dilakukan secara rutin oleh dosen Institut Kesehatan Helvetia sebagai kinerja wajib yang harus dilakukan sebagai Tri Dharma Perguruan Tinggi salah satunya adalah Pengabdian Masyrakat selain Pengajaran dan Penelitian.
Transformasi Limbah Menjadi Produk Farmasi
Dalam paparannya, Dr. Mayang Sari menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi biomassa yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Beliau menekankan pentingnya proses Hidrolisis Selulosa, yakni teknik memecah serat tumbuhan menjadi glukosa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar energi maupun industri kimia.
Pendalaman mengenai Hidrogenasi Glukosa yang merupakan proses mengubah glukosa menjadi sorbitol, senyawa yang memiliki peran vital dalam industri kesehatan dan pangan, selaras dengan profil Institut Kesehatan Helvetia sebagai lembaga yang berfokus pada kesehatan.

Mendorong Minat Riset Siswa
Program ini disambut antusias oleh para siswa SMKS YWKA Medan. Interaksi dua arah terjadi saat simulasi materi diberikan, di mana siswa diajak untuk melihat peluang wirausaha berbasis teknologi kimia (technopreneurship).
“Edukasi ini diharapkan mampu membuka cakrawala siswa bahwa kimia bukan sekadar teori di papan tulis, melainkan solusi untuk menciptakan kemandirian bahan baku industri di masa depan,” ujar Dr. Mayang Sari di sela-sela kegiatan.
.png)





