Medan, Langkatoday.com – Maraknya tren kosmetik viral yang menjanjikan hasil instan seringkali membuat remaja menjadi target empuk produk ilegal.
Merespons fenomena ini, tim Dosen Program Studi Farmasi Institut Kesehatan Helvetia (IKH) Medan menggelar edukasi khusus bagi siswi di SMKS YWKA Medan, Rabu (14/1).
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dipimpin oleh Sri Handayani, Rizka Hasmi Nasution, dan Rufina Pramudita. Mereka menyoroti tingginya perilaku konsumtif remaja yang membeli produk tren tanpa memahami bahaya kandungan kimia di dalamnya.
Bahaya Tersembunyi di Balik Hasil Instan
Tim dosen menjelaskan bahwa kulit remaja masih sangat sensitif. Penggunaan produk yang mengandung bahan berbahaya seperti Merkuri, Hidrokuinon, atau dosis Retinoid yang tidak tepat dapat memicu kerusakan kulit permanen.
“Remaja seringkali mengabaikan komposisi bahan demi hasil cepat. Padahal, literasi kesehatan yang terbatas membuat mereka rentan terhadap produk ilegal yang berisiko merusak masa depan kesehatan kulit mereka,” ujar Sri Handayani.
Sosialisasi Jitu: Metode ‘Cek KLIK’
Sebagai solusi praktis, para siswi dibekali dengan metode Cek KLIK untuk memastikan keamanan produk sebelum membeli. Metode ini meliputi:
- Cek Kemasan: Pastikan dalam kondisi baik dan tidak rusak.
- Cek Label: Baca informasi produk dengan teliti.
- Cek Izin Edar: Memastikan legalitas melalui nomor BPOM.
- Cek Kadaluwarsa: Memastikan produk masih layak pakai.
Menuju Konsumen Cerdas dan Saintifik
Melalui edukasi ini, IKH Medan berharap para siswi tidak lagi menjadi konsumen pasif. Dengan analisis sederhana terhadap komposisi bahan aktif dan legalitas produk, resiko kesehatan di masa depan dapat diminimalisir.
“Kami ingin membangun kepercayaan diri remaja melalui jalur yang sehat dan saintifik, bukan dengan cara-cara instan yang membahayakan,” tambah tim dosen tersebut.
Kegiatan ini diakhiri dengan praktik langsung pengecekan produk kosmetik yang dibawa oleh para siswi guna mendeteksi keberadaan bahan kimia berbahaya secara dini.
.png)






