DPR di Jepang Resmi Dibubarkan

- Pewarta

Jumat, 23 Januari 2026 - 11:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Presiden Partai Demokrat Liberal (LDP) Sanae Takaichi berdiri untuk memberikan penghormatan atas tepuk tangan setelah ia terpilih sebagai perdana menteri baru Jepang selama sidang luar biasa majelis rendah parlemen di Tokyo, Jepang, Selasa (21/10/2025). Dia menjadi perempuan PM pertama Jepang.

Presiden Partai Demokrat Liberal (LDP) Sanae Takaichi berdiri untuk memberikan penghormatan atas tepuk tangan setelah ia terpilih sebagai perdana menteri baru Jepang selama sidang luar biasa majelis rendah parlemen di Tokyo, Jepang, Selasa (21/10/2025). Dia menjadi perempuan PM pertama Jepang.

Tokyo, Langkatoday.com – Baru tiga bulan menjabat, Perdana Menteri perempuan pertama Jepang, Sanae Takaichi, mengambil langkah politik yang sangat berisiko. Secara mengejutkan, Takaichi membubarkan parlemen pada Jumat (23/1) dan mengumumkan pemilu sela yang akan digelar pada 8 Februari mendatang.

Langkah ini diambil Takaichi untuk menguji mandat publik atas agendanya yang kontroversial, yakni mempercepat pembangunan pertahanan militer Jepang dan kebijakan ekonomi baru di tengah melesatnya biaya hidup.

“Saya mempertaruhkan masa depan politik saya sebagai Perdana Menteri pada pemilu ini. Saya ingin publik menilai langsung apakah mereka memercayakan pengelolaan negara kepada saya,” tegas Takaichi dalam keterangannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Janji Manis di Tengah Badai Ekonomi

Sadar bahwa masalah harga menjadi kekhawatiran utama rakyat Jepang, Takaichi menjanjikan penghentian sementara pajak konsumsi sebesar 8 persen untuk produk makanan selama dua tahun. Ia juga berencana mengalihkan pengeluaran pemerintah untuk penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan rumah tangga.

Baca Juga:  Pilgub Sumut, PKS Bakal Menangkan Bobby-Surya

Namun, janji ini adalah pedang bermata dua. Para ekonom memperkirakan pemotongan pajak ini akan menggerus pendapatan negara hingga 5 triliun yen per tahun. Imbasnya, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang melonjak ke level tertinggi dalam 27 tahun, yang mencerminkan kegelisahan pasar keuangan global.

Peta Kekuatan Politik yang Goyah

Meski popularitas pribadi Takaichi sangat tinggi (mencapai 75-78 persen), partainya, Liberal Democratic Party (LDP), justru sedang terpuruk dengan tingkat dukungan hanya 29,7 persen. Situasi kian sulit bagi Takaichi karena pihak oposisi kini bersatu.

Partai Demokrat Konstitusional Jepang secara resmi bergabung dengan Komeito (mantan mitra koalisi setia LDP selama 26 tahun) untuk membentuk Aliansi Reformasi Sentris.

Kekuatan baru ini menguasai 172 kursi, menantang dominasi LDP dan mitra koalisinya yang kini hanya memiliki mayoritas tipis sebanyak 230 kursi dari total 465 kursi DPR.

Baca Juga:  Fraksi PAN Minta DPR Hentikan Gaji Eko Patrio dan Uya Kuya Selama Nonaktif

Dampak Geopolitik dan Global

Pemilu sela ini bukan hanya urusan domestik Jepang. Komunitas internasional turut memantau dengan cermat karena:

  • Keamanan Asia: Kemenangan Takaichi akan memuluskan rencana Jepang meningkatkan anggaran pertahanan hingga 2 persen dari PDB guna mengimbangi kekuatan China.
  • Ekonomi Global: Sebagai salah satu ekonomi terbesar dunia, ketidakpastian politik di Jepang telah melemahkan nilai tukar Yen dan memengaruhi selera risiko investor global.

Jika LDP kalah dalam pemilu 8 Februari nanti, Takaichi tidak hanya akan kehilangan agendanya, tetapi juga jabatannya sebagai Perdana Menteri.

Publik kini menanti apakah daya tarik pribadi sang “Iron Lady” dari Jepang ini mampu menyelamatkan partainya dari kekalahan telak.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode
Gibranisti Sebut Desakan Pemakzulan Gibran sebagai Kejahatan Politik
Hermawan Merasa Dikhianati, Muscab PPP Medan Disorot: Calon Tunggal Tersingkir, Nama Baru Muncul
Rocky Gerung Tantang Pengkritiknya soal Wantimpres: Tunggu 10 Tahun, Kalian Bakal Minta Maaf!

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:14 WIB

Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:18 WIB

PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Terbaru