Menjadi Guru Besar, Zainal Arifin Mochtar Tegaskan Kritik Adalah Jantung Demokrasi

- Pewarta

Jumat, 16 Januari 2026 - 17:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Zainal Arifin Mochtar resmi dikukuhkan sebagai guru besar hukum kelembagaan negara pada Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Kamis (15/1/2026).

Zainal Arifin Mochtar resmi dikukuhkan sebagai guru besar hukum kelembagaan negara pada Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Kamis (15/1/2026).

Jakarta, Langkatoday.com – Pakar hukum tata negara Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar, resmi menapaki puncak karier akademiknya. Akademisi yang akrab disapa Uceng itu dikukuhkan sebagai guru besar dalam sebuah seremoni di Balai Senat UGM, Yogyakarta, Kamis (15/1), tak lama setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-47.

Dalam pidato pengukuhan bertajuk “Konservatisme yang Menguat dan Independensi Negara yang Melemah: Mencari Relasi dan Mendedah Jalan Perbaikan”, Zainal mengajak publik merefleksikan arah demokrasi dan ketatanegaraan Indonesia di tengah menguatnya kecenderungan konservatif serta tantangan terhadap independensi negara.

Pengukuhan ini menempatkan Zainal Arifin Mochtar sebagai satu di antara lebih dari 500 guru besar di lingkungan UGM. Namun bagi Uceng, gelar akademik bukanlah sekat dalam pergaulan sehari-hari.

Baca Juga:  Rektor USU Prof Muryanto Amin Dorong Transformasi Kampus di Tengah Hiperkompetisi Global

Hal itu tergambar dalam sebuah dialog santai bersama mantan Anggota Komisi III DPR RI, Akbar Faizal, yang tayang di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored sejak awal Januari 2026. Dalam perbincangan tersebut, Akbar sempat menyapanya dengan sebutan “Prof”.

Uceng langsung tertawa dan meminta agar sapaan itu tidak digunakan di luar ruang akademik. Menurutnya, gelar profesor cukup relevan dalam forum ilmiah, namun tidak perlu dibawa dalam interaksi sehari-hari.

“Kalau di ruang akademik, mungkin perlu. Tapi dalam pergaulan sehari-hari, nggak usah. Nggak dibawa mati juga,” ucapnya dengan gaya khas yang santai namun reflektif.

Sikap rendah hati itu sejalan dengan reputasi Zainal sebagai akademisi kritis yang konsisten menyuarakan pentingnya konstitusi, etika kekuasaan, dan demokrasi substantif, baik di ruang kampus maupun ruang publik.

Baca Juga:  Dugaan Mafia Dana KIP Kuliah di Sumut Meledak! PERMADA Siap Kepung Kejati, Desak Kepala LLDIKTI Diperiksa

Pengukuhan guru besar tersebut turut dihadiri Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla. JK menilai pemikiran-pemikiran Zainal Arifin Mochtar selama ini memberi kontribusi penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menanggapi sikap kritis Zainal terhadap kebijakan negara, Jusuf Kalla menegaskan bahwa kritik justru merupakan bagian esensial dari demokrasi.

“Ini negara demokrasi. Kritik itu wajar dan dibutuhkan. Masyarakat dan para wakilnya harus terus memikirkan kepentingan negara dan rakyat, serta menyampaikan kritik jika memang diperlukan,” ujar JK.

Pengukuhan Zainal Arifin Mochtar sebagai guru besar bukan sekadar capaian personal, melainkan juga penegasan bahwa ruang akademik tetap menjadi pilar penting dalam menjaga nalar kritis, konstitusionalitas, dan kesehatan demokrasi Indonesia.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Pramuka ke-65, Tiorita Ajak Generasi Muda Bangun Budaya Produktif
IKA Unpad Dorong Beasiswa, Koperasi Masjid hingga Penguatan Infrastruktur Kampus
103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan
Wajah Baru SMAN 21 Medan: Di Bawah Komando Teti Dian Sari, dari Benahi Sanitasi Hingga Buka Kelas Unggulan
85 Pramuka Langkat Siap Bawa Nama Daerah di Jambore Nasional XII 2026
Disdik Langkat Bantah Kebijakan Medsos Sekolah Abaikan Perlindungan Data Anak
Di Bawah Kepemimpinan Baru, Wajah SMAN 21 Medan Berubah, Orang Tua Siswa Beri Apresiasi
UPT SMP Negeri 6 Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:37 WIB

Hari Pramuka ke-65, Tiorita Ajak Generasi Muda Bangun Budaya Produktif

Senin, 28 September 2026 - 03:14 WIB

IKA Unpad Dorong Beasiswa, Koperasi Masjid hingga Penguatan Infrastruktur Kampus

Kamis, 3 September 2026 - 11:57 WIB

103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:52 WIB

Wajah Baru SMAN 21 Medan: Di Bawah Komando Teti Dian Sari, dari Benahi Sanitasi Hingga Buka Kelas Unggulan

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:17 WIB

85 Pramuka Langkat Siap Bawa Nama Daerah di Jambore Nasional XII 2026

Terbaru