www.domainesia.com
EKBISInternasionalPolitik

Geopolitik Memanas, Pasar Dingin: Emas Lonjak 1,5%, Minyak Cuma Gerak Tipis

Tim Langkatoday
2210
×

Geopolitik Memanas, Pasar Dingin: Emas Lonjak 1,5%, Minyak Cuma Gerak Tipis

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Trump vs Meduro | Foto: Fadli/Langkatoday.com
channel whastapp langkatoday

Jakarta, Langkatoday.com – Ketegangan geopolitik kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan operasi militer ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolás Maduro pada Sabtu (3/1).

Maduro disebut dibawa ke New York untuk menjalani proses hukum. Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington akan “mengelola Venezuela untuk sementara waktu” sembari membuka karpet merah bagi investasi perusahaan minyak AS.

Iklan
darul mumtaz
Iklan

Namun, alih-alih panik, pasar global justru bereaksi dingin.

Pada perdagangan Senin (5/1) pagi, harga minyak Brent hanya bergerak tipis, naik sekitar 0,5% ke level US$61 per barel. Padahal, Venezuela dikenal sebagai pemilik cadangan minyak terbesar dunia—sekitar 17% cadangan minyak mentah global, melampaui Arab Saudi.

Ilustrasi Trump vs Meduro | Foto: Fadli/Langkatoday.com

Pasar tampaknya menilai faktor cadangan tak lagi relevan dalam jangka pendek. Produksi minyak Venezuela saat ini menyusut drastis, bahkan tak mencapai 1% dari total produksi global, akibat sanksi berkepanjangan dan minimnya investasi selama bertahun-tahun. Untuk kembali menjadi pemain utama, Venezuela membutuhkan waktu panjang, belanja modal besar, serta stabilitas politik—sesuatu yang justru kian menjauh.

Sinyal kehati-hatian juga datang dari OPEC+. Dalam pertemuan Minggu (4/1), kartel minyak itu memutuskan mempertahankan kebijakan produksi tanpa perubahan. OPEC+ menilai masih terlalu prematur menyesuaikan kuota produksi hanya karena dinamika Venezuela.

Dengan kondisi tersebut, sentimen positif bagi saham-saham emiten migas diperkirakan terbatas.

Sebaliknya, emas kembali menunjukkan perannya sebagai aset lindung nilai. Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik, harga emas melonjak 1,5% ke level US$4.397 per ons pada Senin pagi. Kenaikan ini berpotensi menjadi katalis positif bagi saham-saham emiten emas seperti BRMS, ARCI, dan HRTA.

Pasar memberi pesan jelas: geopolitik boleh bergejolak, tetapi respons investor tetap rasional—minyak menunggu bukti nyata, emas memanen kecemasan.