www.domainesia.com
Nasional

Tangis Petani di Aceh Tengah Bikin Ustadz Salim A. Fillah Terharu, Akses Desa Terputus Jadi Sorotan

Silvia
1889
×

Tangis Petani di Aceh Tengah Bikin Ustadz Salim A. Fillah Terharu, Akses Desa Terputus Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
channel whastapp langkatoday

Aceh Tengah, Langkatoday.com – Air mata seorang petani di Kabupaten Aceh Tengah pecah saat menceritakan nasib desanya yang kini terisolasi akibat bencana alam.

Jalan longsor dan jembatan yang putus membuat akses keluar-masuk desa tertutup total. Kisah pilu itu membuat pendakwah dan penulis Ustadz Salim A. Fillah tak kuasa menahan haru.

Iklan
darul mumtaz
Iklan

Dalam video yang diunggah ke media sosial dan viral, Salim A. Fillah tampak terdiam dengan mata berkaca-kaca saat mendengar langsung cerita Pak Reje, kepala desa setempat. Senin (5/1).

Di hadapan mereka, seorang petani mengaku kehilangan harapan karena hasil kebun tak lagi bisa dijual.

“Patah hati terbesar kami ketika mendengar cerita dari Pak Reje, kepala desa di Aceh Tengah. Akses ke desa mereka tertutup akibat putusnya jembatan dan jalan longsor,” tulis Salim A. Fillah dalam keterangannya.

Bagi warga, terputusnya akses bukan sekadar soal jalan. Itu berarti terhentinya denyut kehidupan. Ekonomi lumpuh, hasil pertanian membusuk, kebutuhan pokok sulit diperoleh, dan masa depan terasa kian jauh dari genggaman.

“Kalau akses terputus, ekonomi tidak bisa berputar. Masyarakat tidak bisa jual beli,” lanjut Salim.

Tangis petani yang terekam dalam video itu menjadi simbol kegelisahan banyak keluarga di desa tersebut. Mereka bertahan dalam keterbatasan, menunggu bantuan, sembari berharap jalan kembali terbuka agar kehidupan bisa berjalan seperti sedia kala.

Unggahan itu mengundang gelombang empati dari warganet. Ribuan komentar berisi doa dan dukungan mengalir. Banyak yang mengaku tersentuh, bahkan menangis melihat ketulusan dan kesabaran warga desa yang terisolasi.

Salim A. Fillah pun mengajak masyarakat untuk ikut meringankan beban warga melalui donasi dan doa, sembari menegaskan pentingnya pemulihan akses sebagai kunci bangkitnya kehidupan warga.

Di balik air mata itu, terselip satu harapan sederhana dari warga Aceh Tengah: jalan kembali terbuka, jembatan kembali berdiri, dan mereka bisa kembali hidup dari tanah yang selama ini mereka rawat.