10 Hari Tanpa Henti, Mohammad Adi Pardede Dedikasikan Diri Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Sumut dan Aceh

- Pewarta

Sabtu, 6 Desember 2025 - 12:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Mohammad Adi Pardede (tengah) berfoto bersama tim relawan dalam aksi kemanusiaan

Mohammad Adi Pardede (tengah) berfoto bersama tim relawan dalam aksi kemanusiaan

STABAT, LANGKATODAY – Dalam sepuluh hari terakhir, nama Mohammad Nurhadi Salim Pardede (Adi Pardede) menjadi salah satu sosok relawan lapangan yang paling aktif bergerak menyalurkan bantuan untuk korban bencana banjir besar di Sumatera Utara khususnya Kabupaten Langkat serta wilayah Aceh Tamiang yang hingga kini masih dilanda krisis kemanusiaan.

Melalui unggahan terbarunya, Adi Pardede menggambarkan betapa beratnya kondisi warga yang terjebak banjir. Terutama anak-anak dan bayi yang harus bertahan hidup tanpa pakaian kering, tanpa penerangan, dengan tidur di atas lumpur, bahkan dikelilingi bangkai hewan akibat bencana.

Situasi tragis ini membuat Adi bersama tim relawan tak punya pilihan selain terus bergerak dari pagi hingga malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bergerak Tanpa Lelah untuk Sesama

Mohammad Adi Pardede (kiri) saat membawakan makanan untuk para korban bencana banjir bandang di Langkat.

Dalam 10 hari terakhir, Adi Pardede tercatat telah mengorganisir, mengumpulkan, dan mendistribusikan berbagai jenis bantuan mulai dari:

  •  Logistik pangan,
  • Makanan siap saji,
  • Air mineral,
  • Pakaian layak pakai,
  • Obat-obatan,
  • Hingga perlengkapan untuk balita dan ibu menyusui.
Baca Juga:  Bupati Langkat Perjuangkan Hak Korban Banjir, Minta Pemerintah Pusat Perluas Bantuan

Seluruh bantuan tersebut ia salurkan langsung ke titik-titik pengungsian, terutama di daerah yang sulit dijangkau akibat akses yang terputus oleh genangan banjir dan lumpur tebal.

Di Aceh Tamiang, Adi menyaksikan sendiri bagaimana warga harus bertahan hidup dengan fasilitas minim.

“Tidak ada cahaya, baju basah, tidur di atas lumpur. Anak-anak kecil dan bayi yang paling menderita,” tulisnya dalam laporan lapangan di Instagram, Sabtu (6/12).

Bantuan Masyarakat

Adi menegaskan bahwa seluruh bantuan yang ia distribusikan adalah hasil donasi masyarakat Sumut yang mempercayakan dana dan barang bantuan melalui dirinya. Dalam situasi darurat, bantuan dari warga menjadi penyelamat utama sebelum bantuan pemerintah terdistribusi merata.

Ia bekerja secara transparan, mempublikasikan proses distribusi, dan memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai ke tangan warga yang paling membutuhkan.

“Ini amanah masyarakat. Saya hanya menyampaikan titipan kepada saudara-saudara kita yang sedang berjuang bertahan hidup,” ungkap Ade.

Seruan kepada Pemerintah

Selain turun langsung, Adi Pardede juga menyampaikan harapan agar pemerintah pusat maupun daerah bertindak lebih cepat dalam evakuasi dan penanganan pengungsi. Menurutnya, krisis makanan, air bersih, dan obat-obatan tidak bisa ditunda.

Baca Juga:  Dosen IKH Medan Lakukan Pengabdian Masyarakat Terkait Kesehatan Mental Remaja di SMK Setia Budi Binjai

“Kita harus bergerak cepat. Banyak nyawa yang harus diselamatkan,” ujarnya.

Keteguhan Adi selama sepuluh hari tanpa henti menjadi inspirasi bagi banyak pihak. Unggahannya di media sosial mendorong gelombang solidaritas publik, terutama masyarakat Sumut, yang kini semakin banyak mengirimkan bantuan melalui jaringan relawan.

Kehadirannya di lapangan bukan hanya sebagai penyalur logistik, tetapi juga sebagai saksi mata dari kondisi darurat yang menimpa ribuan warga.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak harus menunggu jabatan atau kekuasaan; cukup keberanian untuk bertindak ketika orang lain membutuhkan.

Di tengah bencana besar yang melanda, sosok Mohammad Adi Pardede membuktikan bahwa kemanusiaan selalu menemukan jalannya. Melalui aksi nyata dan kerja kerasnya, harapan itu kini terus menyala di tengah lumpur dan duka para korban banjir Sumut dan Aceh Tamiang.

 

View this post on Instagram

 

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal
Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Respons Aspirasi Warga, Pemkab Langkat Pastikan Perbaikan Jalan di Kecamatan Binjai Masuki Tahapan Tender
Tiorita Dorong Perbaikan Tanggul Paya Bunder, Tim Provinsi Turun Survei
Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:10 WIB

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB