Sri Lanka Minta Bantuan Internasional, Korban Banjir Siklon Ditwah Tembus 123 Orang

JAKARTA, LANGKATODAY – Pemerintah Sri Lanka resmi meminta bantuan internasional setelah jumlah korban tewas akibat banjir besar yang dipicu Siklon Ditwah meningkat menjadi 123 orang, sementara 130 lainnya masih hilang, Sabtu (29/11/2025).

Pusat Manajemen Bencana (DMC) melaporkan hampir 15.000 rumah hancur dan 44.000 warga mengungsi ke tempat penampungan sementara. Direktur Jenderal DMC, Sampath Kotuwegoda, mengatakan ribuan personel dari angkatan darat, laut, dan udara telah dikerahkan untuk memperkuat operasi penyelamatan.

Baca Juga:  Serangan Udara Israel ke Beirut Tewaskan Komandan Senior Hizbullah, Gencatan Senjata Kembali Dilanggar

“Kami telah mengonfirmasi 123 korban tewas dan 130 hilang,” kata Kotuwegoda di Kolombo, dikutip AFP.

Pemerintah juga meminta bantuan warga Sri Lanka di luar negeri untuk memberikan sumbangan guna mendukung hampir setengah juta warga yang terdampak. Perdana Menteri Harini Amarasuriya telah bertemu para diplomat asing untuk meminta dukungan negara mereka.

Baca Juga:  Prabowo Hadiri Parade Militer di Beijing, Berdiri Satu Baris dengan Putin dan Xi Jinping

India menjadi negara pertama yang merespons dengan mengirim dua pesawat bantuan serta menyalurkan logistik dari kapal perangnya yang tengah berlabuh di Kolombo. Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyampaikan belasungkawa dan memastikan New Delhi siap mengirim bantuan tambahan.

Baca Juga:  Para Ekstremis Kristen di Balik Serangan Trump ke Iran

DMC memperkirakan banjir kali ini dapat melampaui tingkat bencana pada 2016 yang menewaskan 71 orang. Cuaca ekstrem ini menjadi yang paling mematikan sejak Juni tahun lalu, ketika 26 orang tewas akibat hujan lebat.

Banjir terburuk Sri Lanka dalam dua dekade terakhir terjadi pada Juni 2003, dengan total 254 korban jiwa.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Tutup
HUT RI