Serangan Udara Israel ke Beirut Tewaskan Komandan Senior Hizbullah, Gencatan Senjata Kembali Dilanggar

- Pewarta

Senin, 24 November 2025 - 14:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

BEIRUT, LANGKATODAY – Serangan udara Israel menghantam pinggiran Kota Beirut, Lebanon, pada Ahad (23/11) dan menewaskan Ali Tabatabai, salah satu komandan senior Hizbullah. Kabar tewasnya Tabatabai telah dikonfirmasi langsung oleh kelompok tersebut dalam pernyataan resminya.

Selain Tabatabai, empat anggota Hizbullah turut menjadi korban, sementara Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan total lima orang tewas dan 28 lainnya luka-luka akibat serangan tersebut. Hizbullah menyatakan duka mendalam dan menyebut Tabatabai sebagai salah satu tokoh kunci dalam struktur militer organisasi.

Serangan ini sekaligus mempertegas pelanggaran berulang atas kesepakatan gencatan senjata yang diberlakukan sejak 27 November 2024. Israel sebelumnya telah melancarkan beberapa serangan sejak perjanjian itu berlaku, termasuk serangan udara pada Juni lalu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui bahwa ia memerintahkan operasi militer tersebut berdasarkan rekomendasi Menteri Pertahanan Israel Katz dan Kepala Staf IDF Eyal Zamir. Israel menuduh Tabatabai telah meningkatkan kemampuan persenjataan Hizbullah dan menjadi ancaman langsung terhadap keamanan Israel.

Sementara itu, data Kementerian Kesehatan Lebanon mengungkapkan bahwa sejak gencatan senjata diterapkan, 331 orang tewas dan 945 lainnya luka-luka akibat rangkaian serangan Israel di wilayah Lebanon.

Baca Juga:  10 Rekomendasi HP untuk Live TikTok Terbaik yang Anti Lemot

Berdasarkan laporan Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UNIFIL), Israel telah melakukan lebih dari 10.000 pelanggaran udara dan darat di Lebanon sejak kesepakatan gencatan senjata ditandatangani. Sesuai perjanjian tersebut, tentara Israel seharusnya mundur seluruhnya dari wilayah Lebanon Selatan pada Januari 2025, namun hingga kini Israel masih mempertahankan kehadiran militernya di lima pos perbatasan.

Situasi terbaru ini memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Israel dan Hizbullah.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal
Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Respons Aspirasi Warga, Pemkab Langkat Pastikan Perbaikan Jalan di Kecamatan Binjai Masuki Tahapan Tender
Tiorita Dorong Perbaikan Tanggul Paya Bunder, Tim Provinsi Turun Survei
Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:10 WIB

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB